Konten dari Pengguna

Asbabun Nuzul Surat An Nahl Ayat 125 tentang Metode Dakwah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Al Quran, Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Al Quran, Sumber: Pexels

Dakwah merupakan salah satu tugas mulia yang dilaksanakan para nabi dan rasul, yang kemudian dilanjutkan oleh ulama. Dakwah bertujuan untuk menyebarkan ajaran-ajaran agama Islam agar masyarakat berada di jalan yang benar.

Mengutip dari buku Pengantar Sosiologi Dakwah yang ditulis oleh Dr Syamsuddin AB, dijelaskan bahwa kata dakwah berasal dari bahasa Arab da’a yad’u yang artinya panggilan, seruan, atau ajakan. Dalam buku tersebut, dijelaskan pula metode-metode dakwah yang bisa dipraktikkan, yaitu dakwah ammah, fardia, bil-lisan, bil-haal, bit tadwin, dan bil hikmah.

Dakwah fardiah dilakukan dalam kelompok yang kecil secara dadakan dan tanpa persiapan yang biasanya terjadi di lingkungan kerja atau pertemanan. Ammah adalah metode dakwah yang dilakukan secara lisan melalui khutbah, seperti yang biasa didengar di masjid.

Dakwah bit tadwin diterapkan melalui literatur seperti majalah, koran, buku, dan lainnya. Bil haal adalah metode yang menjunjung kepemimpinan melalui contoh yang baik agar masyarakat memiliki keinginan untuk mengikuti jejak orang yang menyampaikan dakwah. Lalu, ada metode dakwah bil hikmah yang dilakukan dengan cara persuasi.

Dalam surat An Nahl ayat 125, Allah SWT berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Turunnya ayat ini berkaitan dengan peristiwa di Perang Uhud. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah asbabun nuzul surat An Nahl ayat 125.

Mempelajari Islam, Sumber: Flickr

Asbabun Nuzul Surat An Nahl Ayat 125

Mengutip dari buku Tafsir Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Metode Pembelajaran oleh Rony Sandra Yofa Zebua dan Arief Setiawan, dijelaskan bahwa surat An Nahl ayat 125 turun setelah Nabi Muhammad SAW melihat jenazah 70 sahabatnya yang mati syahid dalam Perang Uhud, termasuk pamannya yang bernama Hamzah.

Ayat ini diturunkan agar dibuat perjanjian gencatan senjata dengan orang-orang Quraisy. Allah memberitahukan kepada Nabi Muhammad mengenai cara berdakwah yang menekankan hikmah.

Mengutip dari situs Kementerian Agama RI, hikmah memiliki beberapa arti, yaitu pengetahuan tentang faedah dan rahasia sesuatu, perkataan tepat yang dijadikan argumen, mengetahui hukum-hukum Al Quran, memperlihatkan contoh yang baik, dan takut kepada Allah SWT. Metode dakwah yang telah dijelaskan Allah tersebut ditujukan untuk orang-orang yang sesat.

(ADB)