Konten dari Pengguna

Aspek Rubrik Penilaian Kinerja Guru yang Perlu Diperbaiki Atau Disederhanakan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aspek dari rubrik penilaian kinerja guru yang paling perlu diperbaiki atau disederhanakan. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aspek dari rubrik penilaian kinerja guru yang paling perlu diperbaiki atau disederhanakan. Foto: Unsplash.

Rubrik penilaian kinerja guru pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) mencakup dua bagian utama, yaitu penilaian praktik kinerja dan observasi kelas. Kedua bagian ini memuat sejumlah aspek dan indikator perilaku yang cukup rinci. Sehingga, pertanyaan kerap muncul, salah satunya tentang bagian mana yang sebenarnya paling membutuhkan penyederhanaan?

Mengutip dari dokumen Panduan Substansi Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah yang dirangkum Tamsiruddin, S.Pd., penilaian praktik kinerja dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah terhadap satu indikator kinerja yang dipilih guru sepanjang siklus peningkatan kinerja. Sementara itu, observasi kelas dinilai berdasarkan delapan aspek perilaku mengajar yang masing-masing memiliki beberapa fokus perilaku spesifik.

Aspek yang Paling Kompleks dalam Observasi Kelas

Ilustrasi aspek dari rubrik penilaian kinerja guru yang paling perlu diperbaiki atau disederhanakan. Foto: Unsplash.

Delapan aspek observasi kelas terdiri atas penerapan disiplin positif, keteraturan suasana kelas, aktivitas interaktif, instruksi pembelajaran, instruksi yang adaptif, umpan balik konstruktif, perhatian dan kepedulian, serta ekspektasi pada peserta didik. Setiap aspek memuat tiga fokus perilaku yang masing-masing dilengkapi beberapa contoh perilaku yang dianjurkan maupun dihindari.

Jumlah indikator yang harus diamati dalam satu sesi kelas ini menjadi salah satu titik paling berat untuk disederhanakan. Berikut rincian beban pengamatan yang dihadapi penilai:

  • Delapan aspek observasi dengan total 24 fokus perilaku yang harus dicermati dalam satu kali observasi kelas.

  • Setiap fokus perilaku memuat tiga hingga empat contoh perilaku dianjurkan dan jumlah yang sama untuk perilaku dihindari sehingga total indikator konkret yang perlu diperhatikan mencapai puluhan poin sekaligus.

  • Kategori penilaian yang digunakan, yaitu belum dilakukan, dilakukan tetapi belum efektif, dan dilakukan dan efektif, tetap bersifat kualitatif dan bergantung pada interpretasi penilai terhadap dinamika kelas.

Aspek yang Perlu Diperjelas dalam Penilaian Praktik Kinerja

Ilustrasi aspek dari rubrik penilaian kinerja guru yang paling perlu diperbaiki atau disederhanakan. Foto: Unsplash.

Penilaian praktik kinerja mengutamakan tiga aspek, yaitu upaya refleksi, upaya mempelajari, dan perubahan praktik. Ketiga aspek ini dinilai melalui siklus yang berjalan dua kali dalam setahun, yakni periode Februari dan Agustus. Ada lima tahapan berurutan mulai dari diskusi persiapan, observasi kinerja, diskusi tindak lanjut, upaya tindak lanjut, hingga refleksi tindak lanjut.

Salah satu aspek yang membingungkan guru adalah perbedaan antara observasi kinerja dan penilaian kinerja itu sendiri. Observasi kinerja berfungsi menentukan batas dasar sebelum upaya peningkatan dilakukan, bukan untuk menilai, sehingga guru perlu memahami bahwa hasil pengamatan pada tahap ini belum menjadi skor akhir.

Rangkuman Aspek Rubrik Penilaian Kinerja Guru yang Perlu Disederhanakan

Ilustrasi aspek dari rubrik penilaian kinerja guru yang paling perlu diperbaiki atau disederhanakan. Foto: Unsplash.

Berdasarkan struktur rubrik tersebut, ada tiga bagian yang paling layak disederhanakan, yaitu:

  1. Jumlah fokus perilaku dalam observasi kelas yang mencapai 24 poin sekaligus.

  2. Kategori penilaian kualitatif yang masih bergantung pada interpretasi subjektif penilai.

  3. Kejelasan alur antara tahap observasi dasar dengan tahap penilaian resmi dalam siklus dua kali setahun.

Penyederhanaan pada ketiga bagian ini akan meringankan beban kepala sekolah dan pengawas sebagai penilai, tanpa mengurangi kualitas substansi penilaian kinerja guru.

(FHK)

Baca juga: Cara Agar Observasi Kinerja Guru Dapat Dilakukan dengan Baik dan Berkelanjutan