Konten dari Pengguna

Astagfirullahaladzim: Arti, Keutamaan, dan Waktu Terbaik untuk Mengucapkannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Membaca Astagfirullahaladzim. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Membaca Astagfirullahaladzim. Foto: Freepik

Setiap manusia pasti pernah khilaf hingga melakukan kesalahan dan dosa. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa beristighfar kepada Allah SWT dengan membaca kalimat astagfirullahaladzim.

Ustadz Ali Amrin al-Qurawy menerangkan dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, kalimat astagfirullahaladzim memiliki arti "Aku memohon ampun kepada Allah". Keutamaan dari mengamalkan kalimat ini adalah sebagai penggugur dosa, dikeluarkan dari kesulitan, ditenangkan hatinya, dan mendatangkan rezeki.

Hal tersebut sesuai dengan hadits dari Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Barang siapa melazimkan istighfar, maka Allah akan jadikan jalan keluar dalam setiap kesulitan hidup, dan jadikan setiap kegundahan-gulanaannya menjadi kebahagiaan dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Abbas)

Waktu Terbaik Membaca Astagfirullahalazim

Illustrasi Membaca Astagfirullahaladzim. Foto: Freepik

Menurut Nurhasanah Namin dalam buku Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa, ada waktu tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk mengucapkan astagfirullahaladzim. Jika dilakukan di waktu tersebut, orang yang mengucapkannya akan mendapatkan pahala berlipat dan masuk ke dalam golongan orang-orang yang berdzikir.

Hal ini senada dengan sabda Nabi Muhammad SAW berikut: “Tiga orang yang (termasuk) doanya tidak tertolak adalah orang yang banyak berdzikir kepada Allah, doa orang yang terzhalimi, dan pemimpin yang adil.” (HR. Baihaqi dan Thabrani)

Agar bisa mendapatkan keutamannya, berikut adalah waktu terbaik membaca astagfirullahalazim seperti dikutip dari buku Dahsyatnya Keajaiban Istighfar bagi Orang-Orang Sibuk oleh Khairi Syekh Maulana Arabi.

1. Antara tasyahud akhir dan salam

Waktu di antara tasyahud akhir dan salam atau beberapa saat sebelum menyelesaikan shalat merupakan waktu yang mustajab untuk membaca doa dan beristighfar.

Abu Bakar RA, berujar: Ajarkanlah padaku doa yang aku baca dalam shalatku. Maka Rasulullah SAW bersabda: Ucapkanlah, Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka, ampun- ilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan kasihanilah diriku. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Ketika Selesai Shalat

Umat Muslim memang dianjurkan untuk berdzikir setelah menunaikan shalat seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Dalam sebuah hadits disebutkan: "Rasulullah jika selesai melaksanakan shalat, beristighfar tiga kali." (HR. Muslim)

Hadits lain menjelaskan bahwa Rasulullah beristighfar lebih dari 70 kali sehari: "Demi Allah, sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR. Bukhari)

3. Setelah Melakukan Kesalahan

Ketika berbuat suatu kesalahan, umat Muslim harus beristighfar. Sebab, itu juga termasuk waktu yang mustajab untuk beristighfar. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Artinya: “dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran: 135)

(NDA)