Aturan Penulisan Angka Romawi dan Cara Menghitungnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angka romawi merupakan sistem penomoran asal Romawi Kuno yang terus digunakan hingga saat ini. Biasanya, bilangan tersebut bisa ditemukan pada jam, resep dosis obat, penomoran buku, dan lainnya.
Mengutip buku Matematika 4 (Ebook) yang ditulis oleh Dian Amalia dan Imam Wahyudi (2019), angka romawi menggunakan huruf untuk menyatakan angka. Berikut terjemahan angka romawi dan asli:
I = 1
V= 5
X = 10
L = 50
C = 100
D = 500
M = 1000
Aturan Penulisan Angka Romawi
Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan sebelum menulis angka romawi. Salah satunya adalah penulisan bilangan tertentu yang tidak boleh lebih dari tiga kali.
Berikut aturan penulisan angka romawi yang dikutip dari buku Matematika IPA, IPS, Bahasa Indonesia tulisan Sukma Pratiwi S.Pd (2015):
Angka V, L, dan D tidak boleh ditulis secara berdampingan antar sesamanya. Contoh: VV, LL, dan DD adalah penulisan yang salah.
Apabila sebuah angka romawi ditulis dengan dua angka atau lebih, sedangkan angka di sebelah kiri lebih dari atau sama dengan angka di sebelah kanannya, maka susunannya menyatakan penjumlahan.
Angka romawi tidak mengenal nol.
Apabila angka di sebelah kiri lebih kecil dari angka yang di sebelah kanan, berarti lambang bilangan itu dikurangi.
Jika angka di sebelah kanan kurang dari atau sama dengan angka yang di sebelah kiri, berarti dijumlahkan.
Penulisan lambang romawi yang sama hanya boleh ditulis sebanyak tiga kali berturut-turut.
Cara Menghitung Angka Romawi
Mengutip buku Teknik Dasar Pemberian Obat bagi Perawat tulisan Robert Priharjo (1995), angka romawi dapat dihitung dengan beberapa cara, yaitu:
1. Jika suatu angka romawi diikuti angka romawi yang nilainya lebih besar, maka nilainya ditentukan dengan cara mengurangi angka romawi yang besar dengan yang kecil.
Apabila suatu angka romawi diikuti angka yang lebih kecil, maka nilainya dihitung dengan menjumlahkan nilai yang kecil pada yang besar.
Contoh:
IV = (5-1) =4
LXI= (50+10+1)=61
2. Jika angka menggunakan dua atau tiga huruf yang sama, maka nilai dihitung dengan menambahkan.
Contoh:
III = 3
XXX = 30
MMXXVI = 2026
3. Apabila suatu angka diletakkan di antara dua huruf yang lebih besar, maka angka yang nilainya lebih rendah mengurangi nilai angka yang mengikutinya.
Contoh:
XIV = (10+5-1) = 14
CXLIIV = (100+50-10+5-1) = 144
(GTT)
