Bacaan, Arti dan Isi Kandungan Surat An Nas

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat An Nas merupakan surat ke-114 dalam Alquran. Namun, surat An Nas menjadi surat ke-21 yang diturunkan oleh Allah SWT.
Surat An Nas terdiri dari enam ayat dan tergolong dalam surat Makkiyah karena diturunkan di kota Mekah. Mengutip buku Tafsir Al Mishbah jilid 15 karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab, surat An Nas mengandung isti’aadzah atau meminta perlindungan kepada Allah SWT dari segala godaan jin dan bala tentaranya.
Meminta perlindungan kepada Allah SWT karena tidak ada satu pun yang dapat membandingkan-Nya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah berikut ini:
"Allah telah menurunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak ada bandingannya; Qul A 'uudzu bi Rabbian-Nas dan Qul A 'uudzubi Rabbal-Falaq." (HR.Muslim dan at-Tirmidzi melalui 'Uqbah Ibn 'Amir al-Juhani).
Menurut buku yang berjudul Samudera Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq & An-Nass: Tafsir karangan Imam Ibnu Katsir, Allah Yang Maha-kuasa merupakan satu-satunya sumber yang dapat memberikan pertolongan serta perlindungan pada Rabb , Raja dan Ilah manusia.
Bacaan Surat An Nas dan Artinya
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ - ١
Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb-nya manusia’.”
مَلِكِ النَّاسِۙ - ٢
Artinya: “(Allah) Raja manusia.”
اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣
Artinya: “(Allah adalah) sesembahan manusia.”
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ - ٤
Artinya: “Dari keburukan was-was setan yang bersembunyi.”
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ - ٥
Artinya: “Yang membisikkan was-was dan kesesatan ke dalam dada manusia.”
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ - ٦
Artinya: “Dari (golongan) jin dan manusia."
Isi Kandungan Surat An Nas
Berikut ini kandungan surat An Nas menurut Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka.
Surat An Nas mengandung isti’aadzah (permintaan perlindungan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala kejahatan iblis dan bala tentaranya yang dapat melalaikan manusia dengan menebarkan was-was pada diri mereka.
Tiga ayat pertama surat An Nas menunjukkan tiga sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakni rububiyah, mulkiyah dan uluhiyah. Sifat rububiyah didahulukan karena mengandung makna penjagaan dan pemeliharaan, tepat untuk isti’aadzah (permintaan pertolongan). Lalu mulkiyah menunjukkan bahwa tidak ada pertolongan kecuali dari pemilik-Nya. Setelah itu, Allah menyebutkan uluhiyah untuk menjelaskan bahwa Dialah yang berhak disembah.
Tiga sifat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hanya Allah, Tuhan pemelihara dan pencipta. Dialah yang merajai dan menguasai manusia, serta hanya Dialah yang berhak diibadahi oleh seluruh umat manusia.
Was-was yang dimaksud dalam surat An Nas, yaitu bisa dari jin atau pun manusia. Maksudnya adalah surat An Nas memberikan penjelasan kepada kita bahwa setan itu bisa dari berbagai golongan, yaitu jin atau manusia.
Dalam surat An Nas disebutkan tiga sifat Allah (Rabb, Malik dan Ilah) untuk meminta perlindungan dari satu hal yakni waswas. Karena pentingnya keselamatan agama, daripada keselamatan jiwa dan raga.
(NDA)
