Konten dari Pengguna

Bacaan Bilal Idul Fitri Lengkap dengan Artinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Idul Fitri. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Idul Fitri. Foto: Unsplash

Sholat Idul Fitri adalah ibadah sunnah yang dikerjakan pada hari pertama bulan Syawal setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Hukum sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkad, yakni sangat dianjurkan bagi seluruh umat Islam baik laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak.

Dijelaskan dalam buku Panduan Sholat Rasulullah karangan Imam Abu Wafa, sholat Idul Fitri disunnahkan dikerjakan di tanah lapang, kecuali ada sebab tertentu yang mengharuskan pindah tempat. Sholat Ied terdiri dari dua rakaat, dengan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.

Sebagaimana disampaikan oleh Aisyah r.a, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW saat bertakbir pada sholat Idul Fitri dan Idul Adha sebanyak tujuh takbir dan pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima takbir.” (HR. Abu Dawud no 1150 dan Malik no 495)

Dalam mengerjakan sholat Ied, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui, salah satunya bacaan bilal Idul Fitri. Bilal biasanya akan mengumandangkan seruan kepada jamaah sholat Ied untuk melaksanakan sholat.

Seperti apa bacaan bilal Idul Fitri? Berikut penjelasannya.

Ilustrasi sholat Idul Fitri. Foto: Pixabay

Bacaan Bilal Idul Fitri

Melansir laman Nu Online, di dalam sholat idul fitri bilal atau muadzin tidak dianjurkan untuk mengumandangkan adzan atau iqamah. Akan tetapi bilal dianjurkan untuk menyerukan dengan lantang lafal berikut ini:

الصَّلَاةَ جَامِعَةً

As-shalāta(u) jāmi‘ah.

Artinya: “(Marilah) shalat Idul Fitri berjamaah.”

Selain itu, bilal juga dapat menambahkan beberapa kata pada lafal seruan tersebut dengan menyesuaikan kebiasaan di masing-masing masjid dan musala. Adapun salah satu seruan bilal pada sholat Idul Fitri yang dapat dilafalkan adalah sebagai berikut:

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil fithri jāmi‘ah rahimakumullāh.

Artinya: “(Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat sunnah Idul Fitri berjamaah. Semoga allah menurunkan rahmat-Nya kepadamu semua."

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil fithri jāmi‘ah rahimakumullāh.

Artinya: “(Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat sunnah Idul Fitri berjamaah. Semoga allah menurunkan rahmat-Nya kepadamu semua."

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil fithri lā ilāha illallāh.

Artinya: “(Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat sunnah Idul Fitri berjamaah. Tiada tuhan selain Allah.”

Ilustrasi Idul Fitri. Foto: Pixabay

Anjuran terkait seruan bilal pada sholat Idul Fitri tersebut dapat ditemukan pada Kitab Al-Muhadzdzab dan syarahnya Al-Majmu’ berikut ini:

“Pada shalat Idul Fitri terdapat kumandang azan dan iqamah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas RA ‘Aku menyaksikan shalat Id bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, dan Ustman RA. Mereka semua melakukan shalat sebelum khotbah tanpa azan dan iqamah.’ (Bilal) Dianjurkan untuk menyeru dengan ‘as-shalāta(u) jāmi‘ah’ sebagaimana riwayat Az-Zuhri RA bahwa ia diseru dengan kalimat demikian.” (Lihat Imam As-Syairazi, Al-Muhadzdzab dalam Kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz V, halaman 17).

(IMR)