Bacaan Doa I'tidal Sesuai Sunnah Beserta Tata Cara dan Syarat Gerakannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah SWT memerintahkan umat Muslim untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu dalam sehari. Shalat merupakan ibadah yang berbentuk perkataan dan perbuatan dengan diawali oleh gerakan takbir dan diakhiri oleh salam.
Gerakan-gerakan itu disebut sebagai rukun fi’li. Mengutip buku Terapi Shalat Sempurna oleh Ustaz Ahmad Baei Jafar, rukun fi’li didefinisikan sebagai perbuatan-perbuatan dalam ibadah shalat dan merupakan rukun terpenting.
Salah satu rukun fi’li yang wajib dilakukan ketika shalat adalah i’tidal. I’tidal merupakan posisi berdiri yang memisahkan antara ruku dan sujud. Gerakan ini wajib dilakukan agar ibadah shalat bisa dianggap sah.
Ketika sedang berada di posisi i’tidal terdapat doa yang harus dibacakan. Seperti apa doa i’tidal sesuai sunnah? Untuk mempelajari lebih lanjut , simak uraian berikut.
Bacaan Doa I’tidal Sesuai Sunnah
Berikut adalah bacaan doa i’tidal sesuai sunnah dari buku Mudah dan Cepat Hafal Semua Bacaan Shalat, Doa Pilihan dan Surat Pendek oleh Ustadz Khalili Amrin Ali.
Bacaan Tasmi
Sami'allahu liman hamidah
Artinya: Aku mendengar orang yang memuji-Nya
Bacaan Tahmid
Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du
Artinya: Ya Allah Tuhan Kami! Bagi-Mu lah Segala Puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.
Tata Cara I’tidal
Dalam buku yang sama, dijelaskan bahwa tata cara gerakan i’tidal sebagai berikut:
Bangkit dari rukuk membaca tasmi.
Mengangkat tangan ketika berdiri di i’tidal, dengan cara yang sama seperti ketika takbiratul ihram.
Posisi tangan ketika i’tidal tidak sedekap tapi dilepas (irsal).
Memperlama i’tidal dengan mengulang-ulang bacaan i’tidal tapi tidak melebihi waktu lamanya ketika membaca Al Fatihah.
Membaca doa i’tidal setelah berdiri sempurna.
Diwajibkan membaca doa i’tidal minimal satu kali.
Syarat I’tidal
Dikutip dari laman situs NU Online, dijelaskan bahwa i’tidal memiliki tiga syarat dalam pelaksanaannya, yaitu:
Bangunnya dari ruku tidak dimaksudkan untuk gerakan lain selain i’tidal itu sendiri.
I’tidal harus dilakukan dengan tuma’ninah. Posisi badan harus berdiri tegak dengan diam dan tenang minimal selama bacaan kalimat tasbih.
I’tidal tidak dilakukan dengan berdiri dalam waktu yang melebihi lamanya berdiri ketika membaca Al Fatihah. Karena i’tidal adalah rukun yang pendek, maka tidak boleh memanjangkannya.
(ADB)
