Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Kelancaran Berbicara Lengkap, Sesuai Ajaran Nabi Musa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa kelancaran berbicara (Unsplash).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa kelancaran berbicara (Unsplash).

Tidak semua orang memiliki kemampuan berbicara dengan baik di hadapan orang lain atau depan umum, sehingga muncul rasa gugup. Dalam Islam, salah satu cara mengatasinya, yaitu memanjatkan doa kelancaran berbicara.

Ahmad Suhendra dalam buku Mutiara Doa Para Nabi dan Rasul dari Al-Quran dan Hadis mengatakan, cara tersebut pernah dilakukan oleh Nabi Musa AS. Doa kelancaran bicara dipanjatkan Nabi Musa AS saat mendapat perintah dari Allah untuk menghadap Firaun.

Seperti apa bacaan doa kelancaran berbicara yang bisa diamalkan umat Islam? Berikut informasi lengkapnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Doa Kelancaran Berbicara Sesuai Ajaran Nabi Musa

Ilustrasi doa kelancaran berbicara (Unsplash).

Kisah Nabi Musa memohon doa kelancaran berbicara itu terdapat dalam Al-Quran surat Tāhā. Pada ayat 24 diceritakan, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk menghadap Firaun.

Mengutip tafsir Kemenag, perintah itu turun karena kedurhakaan Firaun sudah melewati batas. Ia tidak hanya sombong dan bertindak sewenang-wenang kepada sesama, tapi juga mengaku sebagai tuhan.

Oleh sebab itu, Nabi Musa diperintahkan untuk menemui Firaun dan mengajaknya kembali ke jalan yang benar. Sadar tugas itu bukan tugas yang mudah, Nabi Musa pun berdoa kepada Allah.

Dalam doanya, Nabi Musa meminta kelapangan dada dan kelancaran berbicara kepada Allah. Berikut bacaan doa kelancaran berbicara ala Nabi Musa, lengkap beserta artinya:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي. يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Rabbisyrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul 'uqdatan millisani, yafqahu qauli.

Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku." (QS Tāhā ayat 25-28).

Adab Berbicara dalam Islam

Ilustrasi doa kelancaran berbicara (Unsplash).

Islam juga mengajarkan adab untuk berbicara. Mengutip buku Penuntun Doa, Yuk! karya Abu Ihsan, berikut adab berbicara dalam Islam:

  1. Merendahkan suara ketika berbicara dengan orang tua atau ustaz dan berbicaralah dengan lemah lembut tidak boleh lebih keras dari suara orang tua/ustaz.

  2. Bicaralah dengan jelas dan terdengar oleh orang yang diajak bicara.

  3. Tidak boleh memotong pembicaraan orang lain.

  4. Berbicara dengan benar dan tidak bohong.

  5. Jangan berbicara sambil berteriak-teriak, tapi berbicaralah dengan sopan santun. Terutama jika berbicara dengan orang yang lebih tua.

  6. Bersikaplah rendah hati dalam berbicara.

  7. Tidak boleh mengatakan sesuatu yang tidak diketahui permasalahan atau ilmunya.

Dengan berbicara sesuai adab, ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan. Allah memuji seseorang yang berbicara benar.

Berbicara dengan baik dan tidak menyinggung perasaan orang lain juga akan membuat pendengar merasa senang. Hal ini menurut Abu Ihsan, pahalanya sama dengan pahala bersedekah.

Terakhir, Allah juga akan meluruskan amaliah orang yang berkata dengan benar dan tidak bohong.

Baca Juga: Cara Melatih Artikulasi Saat Berbicara di Depan Publik

(NSA)

Frequently Asked Question Section

Al-Quran surat apa yang bicara soal doa kelancaran berbicara?

chevron-down

Surat Taha ayat 25-28.

Apa tujuan membaca doa kelancaran berbicara yang diajarkan Nabi Musa?

chevron-down

Selain meminta kelancaran berbicara, juga memohon kelapangan dada kepada Allah agar dimudahkan urusannya.

Apakah Islam mengajarkan Muslim untuk berbicara dengan nada tinggi?

chevron-down

Tidak, Islam mengajarkan untuk berbicara dengan sopan santun, terutama saat berbicara dengan orang yang lebih tua.