Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Khitanan: Arab, Latin, dan Artinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anak Laki-laki yang Wajib Dikhitan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Laki-laki yang Wajib Dikhitan. Foto: Pixabay

Sudah menjadi kewajiban bagi laki-laki Muslim, untuk melaksanakan khitan atau sunat. Khitan dilakukan ketika anak laki-laki telah menginjak akil baligh.

Secara bahasa khitan artinya memotong. Secara istilah, khitan adalah memotong kulit yang menutupi alat kelamin laki-laki.

Kuatnya perintah untuk berkhitan tercantum dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda: "Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku." (H.R. Bukhari Muslim).

Memang, khitan diwajibkan untuk anak laki-laki yang sudah masuk kategori dewasa dari sudut pandang agama. Tetapi, banyak yang telah menjalankan amalan ini ketika masih kecil dengan berbagai pertimbangan tertentu.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, khitan juga berguna untuk menyucikan daerah kemaluan. Sebab, daerah tersebut adalah tempat keluarnya najis dan rawan tumbuh bakteri apabila tidak dilakukan khitan.

Lebih dari itu, khitan juga bermanfaat untuk meningkatkan keimanan bagi seorang anak karena dapat menanamkan nilai-nilai dan ajaran yang terkandnug di dalam Islam.

Berikut bacaan doa khitanan lengkap dengan Arab, latin, dan artinya agar prosesi khitanan menjadi lebih berkah dan bermanfaat.

Ilustrasi Anak Laki-laki dikhitan. Foto: Pinterest

Doa Khitanan

Adapun doa yang dibaca ketika anak melakukan prosesi khitanan, bunyinya sebagai berikut.

اَللهم وَفِّقْنَا ِلاجْتِلاَبِ الْفَضَائِلِ وَجَنِّبْنَا مِنْ اِقْتِرَاحِ الرَّذَائِلِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اَعْذَارَنَا وَسَلِّمْ اُمُوْرَنَا وَصَحِّحْ مَخْتُوْنَنَا وَاقْضِ دُيُوْنَنَا وَبَلِّغْ اَمَالَنَا وَوَسِّعْ اَرْزَاقَنَا وَجُوْدِكَ يَاجَوَّادُ. اَللهم اِنَّا نَسْئَلُكَ السَّلاَمَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا وَعَلَى الْحُجَّاجِ وَالْغُزَاةِ وَالْمُسَافِرِيْنَ مِنْ اُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَجْمَعِيْنَ فِيْ بَرِّكَ وَبَحْرِكَ اِنَّكَ عَلى مَا تَشَاءُ قَدِيْرٌ يَا نِعْمَ الْمَوْلى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Allahumma waffiqnaa lijtilaabil fadhaail, wajannibnaa min iqtiraahir radzaail. Rabbanaa taqabbal minna a'dzaaranaa wa sallim umuuranaa wa shahhih makhtuunanaa waqdhi duyuunanaa wa balligh aamaalanaa wawassi' arzaaqanaa wajuudika yaa jawwaad. Allahumma innaa nas alukas salaama wal'aafiyata 'alainaa wa 'alal hujjaaji walghuzaati walmusaafiriina min ummatin muhammadin shalallahu alaihi wa sallama ajma'iin, fii barrika wa bahrika innaka 'alaa maa tasyaaa u qadiir, yaa ni'mal maulaa wa ni'mannashiir

Artinya: "Ya Allah, berilah kami pertolongan untuk memperoleh keutamaan-keutamaan, dan jauhkan kami dari melakukan hal-hal yang hina.

Ya Allah, terimalah khitan kami, selamatkanlah urusan-urusan kami, sembuhkanlah dari sakit (karena khitan) ini, bayarkanlah utang-utang kami, jadikanlah (kenyataan) cita-cita kami, lapangkanlah rezeki kami dengan kemurahan-Mu, wahai Zat yang Maha Memberi.

Ya Allah, semoga Engkau beri keselamatan kepada kami, kepada orang-orang yang beribadah haji, kepada orang-orang yang berperang (di jalan Allah), dan kepada para musafir, yaitu semua umat Muhammad saw yang ada di darat maupun di laut, sesungguhnya Engkau berkuasa terhadap apa yang Engkau kehendaki, wahai sebaik-baik majikan dan sebaik-baik penolong.

Maha Suci Allah, Tuhan yang memiliki kesucian dari segala sifat rendah yang mereka (orang kafir) lekatkan. Dan kesejahteraan bagi para utusan Allah, dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam."

(VIO)