Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Menerima Zakat Fitrah Beserta Artinya yang Disunahkan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan Doa Menerima Zakat Fitrah Beserta Artinya yang Disunnahkan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bacaan Doa Menerima Zakat Fitrah Beserta Artinya yang Disunnahkan. Foto: Shutterstock

Saat menerima zakat fitrah, Muslim disunahkan untuk mendoakan pemberi zakat agar mereka mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Lantas, seperti apa doa menerima zakat fitrah beserta artinya?

Dalam buku Fikih untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang disusun Hasbiyallah dijelaskan bahwa mendoakan orang yang berzakat telah dicontohkan Rasulullah SAW ketika seorang lelaki mengirim zakat berupa unta kepada beliau. Tujuan doa ini untuk memberikan ketenangan bagi jiwa mereka yang menyucikan hartanya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT berikut:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)

Doa Menerima Zakat Fitrah Beserta Artinya

Ilustrasi zakat fitrah. Foto: Shutterstock

Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim yang dilakukan pada awal bulan Ramadan sampai menjelang salat Idulfitri. Dasar kewajiban ini adalah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Umar r.a berikut:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan sebanyak satu sa’ (3/4) liter dari makanan kurma atau syair (gandum) atas tiap-tiap orang Merdeka atau hamba, laki-laku atau perempuan muslim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Zakat fitrah ini akan disalurkan kepada orang yang membutuhkan (asnaf) sesuai dengan ketetapan hukum Islam. Apabila asnaf telah menerima zakat, mereka disunahkan untuk membaca doa yang dikutip dari laman Baznas berikut ini:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

Arab-Latin: Aajarokallaahu fiimaa a’thoita wabaaroka fiimaa abqoita waja’alahu laka thohuuron

Artinya : Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu.

8 Golongan Penerima Zakat atau Asnaf

Ilustrasi zakat fitrah. Foto: Shutterstock

Allah SWT telah menentukan bahwa terdapat 8 golongan orang yang berhak menerima zakat. Hal ini dijelaskan dalam firman-Nya di surat At-Taubah ayat 60. Siapa saja golongan asnaf?

  1. Fakir, golongan orang yang hampir tidak memiliki harta apa pun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

  2. Miskin, orang yang memiliki harta atau pekerjaan, tapi penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupannya dan keluarganya.

  3. Amil, pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan tersalurkannya zakat.

  4. Mualaf, orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan dana untuk menguatkan mereka dalam menaati Allah dan Rasul-Nya.

  5. Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.

  6. Gharimin, orang yang berutang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya agar tetap hidup. Bagi orang yang berutang karena kepentingan maksiat atau gaya hidup maka tidak termasuk golongan asnaf.

  7. Fisabilillah, golongan orang yang berjuang atau berjihad di jalan Allah. Jihad dalam hal ini tidak selalu dalam bentuk perang, bisa pula dalam hal dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

  8. Ibnu Sabil, orang-orang atau musafir yang kehabisan harta dalam perjalanan mereka sehingga tidak bisa kembali ke kampung halaman.

Baca Juga: Cara Membayar Zakat Fitrah dan Waktu Pembayarannya

(DEL)