Bacaan Doa Setelah Yasinan yang Bisa Diamalkan Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Yasin merupakan salah satu surat yang memiliki banyak keistimewaan bagi umat Islam. Surat ke-36 dalam Alquran ini terdiri dari 83 ayat dan termasuk ke dalam surat Makkiyah.
Umat Muslim dianjurkan untuk membaca surat Yasin karena dapat mendatangkan syafaat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya setiap sesuatu itu ada hatinya (pusatnya), adapun hatinya Al Quran adalah surat Yasin, dan barangsiapa yang membaca surat Yasin maka Allah akan memberi pahala seperti pahala membaca Al Quran sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi)
Di Indonesia sendiri, surat Yasin kerap dibaca pada waktu-waktu tertentu. Salah satunya adalah tahlilan. Surat yasin dan tahlilan seperti sudah menjadi satu kesatuan dalam tradisi masyarakat Indonesia khususnya di tanah Jawa.
Sebagaimana dikutip dari buku Management Of Student Development oleh Sudirman Anwar. Yasinan biasanya dilakukan untuk mengirimkan doa kepada seorang Muslim yang telah meninggal dunia. Umumnya digelar di malam ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100 hingga ke-1000 hari orang tersebut wafat.
Namun, Yasinan juga kerap diselenggarakan untuk memohon pertolongan Allah SWT dalam mencari rezeki atau menyembuhkan sakit. Saat melaksanakan Yasinan, masyarakat akan berkumpul untuk membaca surat Yasin bersama-sama.
Pembacaan ini tentunya juga diawali dengan surat Al Fatihah kemudian ditutup dengan doa. Bagaimana bacaan doa setelah yasinan? Simak uraian berikut.
Bacaan Doa Setelah Yasinan
Berikut adalah doa yang dibacakan setelah yasinan, dikutip dari buku Surat Yasin dan Tahlil oleh Muhammad Abdul Karim:
Subhaanal mufarrji ‘an kulli mahmuumin subhaanal munaffisi ‘an kulli makruubin madyuunin, subhaana man ja’ala khozaa-inahu bainal kaafi wannuuni innamaa amruhu idzaa arooda syai’an ayyaquula lahuu kun fayakuun. Fasubhanaal ladzii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun. Yaa mufarrijal hammi farrij, yaa mufarrijal hammi farrij, yaa mufarrijal hammi farrij, farrij ‘annii hammii wa ghommii farojan ‘aajilan birohmatika yaa arhamar roohimiin. Washollallohu’alaasayyidinaamuhammadin Wa ‘ala aalihi wahohbihi wasallam.
Artinya: Mahasuci Allah yang melapangkan setiap orang yang kesulitan, Mahasuci Allah yang menolong setiap orang yang kesusahan dan terlilit hutang, Mahasuci Allah yang telah menjadikan simpanan-Nya antara kaaf dan Nuun “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia. Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”
Wahai yang melapangkan kesulitan, lapangkanlah! Wahai yang melapangkan kesulitan, lapangkanlah! Wahai yang melapangkan kesulitan, lapangkanlah! Lapangkanlah kesulitanku, kesusahanku dari diriku dengan kelapangan yang seketika dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih diantara yang Mahakasih. Shalawat Allah dan Kesejahteraan semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan sahabatnya.
(ADB)
