Bacaan Doa Tahlil Arab, Latin, dan Terjemahan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa tahlil adalah bacaan yang biasa dibaca saat ada acara tahlilan. Acara ini umumnya digelar untuk mendoakan jenazah yang baru dimakamkan, ahli kubur yang sudah lama dimakamkan, atau memperingati 7 hari, 40 hari, dan 100 hari sepeninggal ahli kubur.
Mengutip NU Online, tahlilan juga bisa dibaca saat ada peringatan ruwahan di bulan ruwah, selamatan pernikahan (walimahan), selamatan khitan, dan lain-lain. Di Indonesia sendiri, tradisi ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan mayoritas masyarakat masih menjalankan tradisinya hingga kini.
Pembacaan doa tahlil biasanya diawali dengan Surat Yasin terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan bacaan dzikir seperti Surat Al-Fatihah, Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas, Surat Al-baqarah, Ayat Kursi dll. Baru kemudian doa tahlil dipanjatkan.
Bagaimana bacaan doa tahlil? Untuk mengetahuinya simak penjelasan berikut.
Bacaan Doa Tahlil Arab, Latin, dan Terjemahan
Berikut bacaan doa tahlil yang dikutip dari Kitab Majmu Syarif oleh Ibnu Watiniyah:
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا .
Alhamdulillabi robbil 'alamin, hamdayyuafii ni'amahu wayukaafiiu maziidah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa'adzimi sulthoonik, subhaanaka laa nuhshiu tsanaa an 'alaika anta kamaa atsnayta 'alaa nafsika, falakalhamdu qoblarridho wa lakalhamdu ba'darridho wa lakalhamdu idzaa rodhiita 'annaa daaiman abadaa
Terjemahan:
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu. Maha suci Engkau, kami tidak (dapat) menghitung pujian atas diri-Mu sebagaimana Kaupuji diri sendiri. Hanya bagi-Mu pujian sebelum ridha. Hanya bagi-Mu pujian setelah ridha. Hanya bagi-Mu pujian ketika Kau meridhai kami selamanya.”
(MSD)
