Konten dari Pengguna

Bacaan Dzikir Harian Rasulullah SAW di Waktu Pagi dan Sore

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan dzikir harian. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Bacaan dzikir harian. Foto: Pixabay

Dzikir adalah salah satu amalan perbuatan yang dapat dilakukan untuk membuka pintu surga Allah SWT. Dzikir dapat didefinisikan dengan menyebut atau mengingat Allah SWT melalui kalimat-kalimat thayyibah.

Dengan berdzikir, maka hati menjadi tenang dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Dzikir dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

“Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati.”

Dzikir telah banyak disebutkan dalam Alquran sebagai perintah dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Salah satunya ialah firman Allah yang tertera pada surat Al Baqarah ayat 200-202, yang artinya:

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamumenyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. 201- Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.202- Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS. Al Baqarah : 200-202)

Dzikir Waktu Pagi dan Sore

Bacaan dzikir harian. Foto: Pixabay

Dzikir harian yang sering dilafalkan oleh Rasulullah SAW sering dijadikan contoh bagi umat Muslim. Dzikir tidak hanya dibaca pada saat selesai melaksanakan kewajiban sholat saja, tetapi juga dibaca pada waktu pagi dan sore.

Berikut ini bacaan dzikir yang biasa dipanjatkan oleh Rasulullah SAW, antara lain:

Membaca A’uudzu billahi mina syaitoonirrojim

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk."

Membaca surat Al Fatihah

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatehah : 1-7)

Membaca surat An-Naas

“Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Sembahan manusia, Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.” (QS. An-Naas : 1-6)

Membaca surat Al-Falaq

“Katakanlah Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) shubuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS. Al-Falaq : 1-5)

Membaca surat Al Ikhlas

“Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.” (QS.Al-Ikhlas)

(HDP)