Bacaan Dzikir Sebelum Berbuka Puasa Sesuai Sunnah, Lengkap Arab dan Artinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang bisa dikerjakan yaitu membaca dzikir menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam Islam, waktu sebelum berbuka puasa merupakan momen yang tepat untuk berdzikir karena termasuk waktu mustajab. Selain dapat menentramkan hati dan menambah pahala, amalan ini juga bisa menjadi solusi untuk mengisi waktu jelang buka puasa dengan sesuatu yang bermanfaat.
Lantas, bagaimana bacaan dzikir sebelum berbuka puasa yang sesuai sunnah? Bagi para Muslim yang penasaran, simak bacaan lengkapnya di bawah ini.
Bacaan Dzikir Sebelum Berbuka Puasa
Terdapat berbagai bacaan dzikir sebelum berbuka puasa yang dapat diamalkan sesuai sunnah. Berikut beberapa di antaranya, dikutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani:
1. Dzikir Meminta Perlindungan kepada Allah SWT
Dzikir ini dapat dibaca menjelang waktu berbuka puasa sebagai amalan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Melalui dzikir tersebut, umat Islam bisa mengharapkan penjagaan, ketenangan, serta keberkahan dari-Nya di waktu yang mustajab.
بسم الله الذى لايضر مع اسمه شئ فى الرض ولا فى السماء وهو السمبع العلبم
اشهد ان لا اله الا اللّه استغفر الله اسالك الجنّه واعوذبك من شخطك والنار
سبحان الملك القدّوس سبّوح قدّوس ربّنا وربّ الملائكة والروح
اللّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فاعف عنّا
Bismillaahil-ladhii laa yadhurru ma'a ismihi shay'un fil-ardhi wa laa fis-samaa'i wa huwas-samii'ul-aliim. Ashhadu an laa ilaaha illallah astaghfirullah, as'alukal-jannata wa a'udhu bika min sakhatika wan-naar. Subhaanal-malikil-qudduus, Subbuuhun qudduusun rabbunaa wa rabbul-malaaikati war-ruuh. Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-'afwa fa'fu 'annaa.
Artinya: "Dengan nama Allah Dzat yang tidak memberi bahaya beserta nama-Nya sesuatu di bumi dan tidak (memberi bahaya) di langit dan Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Aku bersaksi tiada yang disembah selain Allah. Aku minta ampun pada Allah. Aku minta pada-Mu Surga & aku berlindung dari murka-Mu & siksa neraka. Maha Suci, Raja yang Suci, Yang Sangat Suci, Tuhan kami dan Tuhan Malaikat & Ruh. Ya Allah, sungguh Engkau sangat pemaaf, Sangat Mulya, Engkau sukai pemaafan, maka maafkan kami.”
2. Dzikir untuk Mengharap Ampunan Allah SWT
Selain memohon perlindungan, umat Islam juga bisa membaca dzikir untuk memohon ampunan kepada Allah SWT jelang waktu berbuka puasa. Dzikir ini menjadi bentuk permohonan agar dosa-dosa di masa lampau diampuni dan diberikan keselamatan dari siksa neraka.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ أَسْتَغْفِرُ اللّٰه
نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
اللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا
يَا كَرِيْمُ
Asyhadu Alla ilaha illallah, astagfirullah, Nas Alukal Jannah wa Na 'Uudzubika Minan Naar. Allahumma Innaka 'Afuwwun Kariim Tuhibbul 'Afwa Fa'fu Anni Yaa Kariim.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Kami memohon ampun kepada Allah, Kami memohon Surga kepada-Mu dan kami berlindung kepadaMu dari api neraka. Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah kami, Wahai Yang Maha Mulia.”
3. Dzikir Petang Sebelum Waktu Berbuka
Berikut bacaan dzikir petang yang dapat diamalkan menjelang waktu berbuka puasa:
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba'dahaa, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a'udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qobri
Artinya: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian.Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.”
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026
Baca juga: 25 Jawaban Ucapan Marhaban ya Ramadhan yang Singkat dan Bermakna
(RK)
