Bacaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud untuk Diamalkan di Sepertiga Malam Terakhir

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Al Quran dan hadits, banyak ditemukan anjuran kepada umat Muslim untuk mengisi waktu malam dengan berbagai ibadah, salah satunya sholat tahajud. Sholat tahajud merupakan wujud ketakwaan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT.
Meski begitu, ibadah sunnah satu ini juga kerap dianggap cukup berat untuk dijalani. Sebab, sholat tersebut didirikan tengah malam, bertepatan dengan waktu istirahat setelah lelah beraktivitas di siang hari. Karena itu, banyak keutamaan yang dijanjikan, apalagi bagi mereka yang melanjutkannya dengan berdzikir.
Mengutip buku Shalat Tahajud Cara Rasulullah SAW Sesuai AlQur'an & Hadits oleh Ust. Hamdi El-Natary (2015), sholat tahajud dapat dilaksanakan pada permulaan, pertengahan, atau penghujung malam sesudah menunaikan sholat isya. Namun, waktu yang paling utama untuk melaksanakannya yaitu di penghujung malam atau sepertiga malam terakhir.
Rasulullah bersabda, “Waktu yang paling dekat antara Rab dengan hamba-Nya adalah pada separuh malam terakhir. Karenanya, jika kamu dapat menjadi salah satu orang yang mengingat Allah, maka lakukanlah.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’I dari Amr bin Abasah)
Sepertiga malam terakhir menjadi waktu yang mustajab bagi umat Muslim untuk meminta ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah dengan memanjatkan doa maupun dzikir. Sebab, di waktu ini lah Allah turun ke langit dunia dan menerima segala amal dan ibadah yang dilakukan umat-Nya.
“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758).
Lalu, bagaimana bacaan dzikir setelah sholat tahajud yang dapat diamalkan umat Muslim? Berikut informasinya.
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud
Berikut bacaan dzikir setelah sholat tahajud yang dikutip dari buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang oleh Ustadz Abdul Wahhab (2019).
Membaca kalimat Yaa wahiidu yang artinya “Wahai Yang Maha Esa” sebanyak 1.001 kali.
Membaca kalimat Yaa ahadu yang artinya “Wahai Yang Maha Tunggal” sebanyak 1.001 kali.
Membaca istighfar (astaghfirullahal ‘azhiim) 4.444 kali.
Membaca tasbih (subhaanallah) 1.000 kali
Membaca hamdalah (alhamdulillah) 113 kali.
Membaca tahlil (laa ilaaha illallaah) 1.001 kali.
Membaca takbir (allahu akbar) 700 kali.
Membaca kalimat Yaa waliyyu yang artinya “Wahai, Yang Maha Melindungi” sebanyak 770 kali.
Dilanjutkan dengan memanjatkan doa setelah tahajud:
Allaahumma lakalhamdu anta qayyimus samawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, laka mulku samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu, anta malikus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu, antal haqqu, wawa’dukal haqqu, waliqaa uka haqqun, waqauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wannabbiyuuna haqqun, wa muhammadun sallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, wassa’atu haqqun. Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa’alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu wamaa akhrartu, wamaa asrartu wamaa a’lantu, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.
Artinya: “Ya Allah, bagi Mu segala puji, Engkau penegak langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mu lah segala puji, kepunyaan Engkaulah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Pemberi cahaya langit dan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu itu benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu benar, kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mulah saya berserah diri, kepada-Mulah saya beriman, kepada-Mu saya bertawakal. Kepada-Mu saya kembali, kepada-Mu saya mengadu, dan kepada-Mu saya berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang kemudian, yang saya sembunyikan dan yang terang-terangan, dan yang lebih Engkau ketahui daripada saya. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengemudiankan, tidak ada tuhan melainkan Engkau.”
(ADS)
