Bacaan Niat Puasa Idul Adha yang dan Keutamaannya Jika Diamalkan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa sunah di awal bulan Dzulhijjah. Puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan begitu besar hingga diibaratkan seperti mendapatkan pahala berpuasa satu bulan, satu tahun, bahkan dua tahun.
Mengutip buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustadz Ali Amrin al-Qurawy, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam sebuah hadistnya tentang keutamaan melaksanakan puasa di Bulan Dzulhijjah ini.
"Barang siapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Sedangkan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun."
Bahkan, dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Ibnu Abbas Ra, 10 hari di awal bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang sangat istimewa. Nabi Muhamad bersabda:
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT. daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah menjawab, 'walau jihad di jalan Allah kecuali selama-lamanya (menjadi syahid)."
Pengertian Puasa Tarwiyah dan Arafah
Mengutip buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin, puasa tarwiyah adalah puasa yang dijalankan pada hari Tarwiyah, yakni pada 8 Dzulhijjah, sehari sebelum hari wukuf. Puasa Tarwiyah dilaksanakan dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Sedangkan puasa Arafah adalah puasa yang dijalankan pada hari Arafah, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah, satu hari sebelum Idul Adha, tepat saat jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah.
Kedua puasa tersebut disunnahkan bagi umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji. Sedangkan bagi yang melaksanakan ibadah haji, tidak perlu menunaikan puasa tersebut.
Bacaan Niat Puasa Idul Adha (Tarwiyah dan Arafah)
Mengutip buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin, pelaksanaan puasa tarwiyah dan arafah sama seperti puasa pada umumnya. Mulai dari tidak makan, menahan hawa nafsu, termasuk tidak berhubungan dengan pasangannya.
Namun, niat yang diucapkan dan waktu pelaksanaan kedua puasa tersebut berbeda. Sehingga, sangat dianjurkan untuk memperhatikan niat dan waktu pelaksanaannya.
Dikutip dari buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh H. Amirulloh Syarbini, berikut adalah niat puasa tarwiyah dan arafah yang bisa diamalkan umat Muslim.
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَلٰى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnata lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَلٰى
Nawaitu shauma arafata sunnata lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Arafah karena Allah Ta'ala."
(ULY)
