Konten dari Pengguna

Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka untuk Menyempurnakan Ibadah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca niat dan berdoa Foto: iStockphoto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca niat dan berdoa Foto: iStockphoto

Niat puasa Ramadhan dan doa berbuka adalah dua rangkaian amalan yang memiliki hukum berbeda. Niat termasuk ke dalam rukun puasa sehingga wajib diamalkan, sedangkan doa berbuka puasa adalah sunnah yang dianjurkan.

Dalam buku Menyemai Cinta di Negeri Sakura oleh Lizsa Anggraeny dan Seriyawati, pahala yang didapatkan dalam mengerjakan amalan di bulan suci ini tingkatannya lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Apabila melaksanakan ibadah sunnah maka pahalanya setara dengan amalan fardhu. Dan apabila mengerjakan ibadah fardhu, amalan pahalanya ditambah hingga 700 kali lipat.

Oleh karena itu, sepanjang bulan Ramadhan ini mengerjakan amalan sunnah seperti membaca doa berbuka puasa sangatlah dianjurkan, karena terdapat keberkahan yang melimpah di dalamnya. Begitu pula dengan membaca niat, apabila tidak diamalkan maka puasanya akan sia-sia.

“Barangsiapa yang tidak berniat (puasa Ramadhan) sejak malam (sebelum fajar), maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud)

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan dan doa berbuka puasa yang dapat diamalkan:

Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin’ an ada’i fardhi syahri ramadhana haadzihis sanati lillahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

Doa Buka Puasa

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.”

Adapun bacaan doa lainnya yang sunnah untuk diamalkan, yaitu:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.” (HR.Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan Nasa’i).

(PDN)