Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh versi Madzhab Maliki

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat merupakan salah satu rukun yang harus dipenuhi setiap Muslim sebelum menjalankan puasa. Niat menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah puasa seseorang, sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi berikut:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”(HR. Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).
Berdasarkan hadis tersebut, niat puasa Ramadhan dianjurkan untuk dibaca sebelum terbit fajar. Ada sebagian ulama yang juga memperbolehkan niat tersebut dibaca sekaligus untuk satu bulan penuh pada malam pertama sebagai antisipasi lupa membaca di malam berikutnya.
Ketentuan ini didasarkan pada pendapat Imam Maliki yang memperbolehkan penggabungan niat di awal bulan Ramadhan. Seperti apa bacaan niat puasa Ramadhan sebulan penuh? Simak bacaannya beserta latin dan artinya berikut ini.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Mazhab Maliki berpendapat bahwa puasa Ramadhan selama satu bulan merupakan satu rangkaian ibadah yang utuh. Dengan demikian, satu kali niat di awal bulan dianggap sudah cukup tanpa perlu mengulangnya setiap hari.
Hal ini dijelaskan dalam kitab Risalah Abi Zaid Al-Qairuwani: “Seseorang harus berniat puasa pada malam hari di awal Ramadhan. Tidak ada kewajiban niat berpuasa pada setiap malam pada hari-hari selanjutnya. Demikian juga pada puasa yang dijalankan berturut-turut, cukup niat sekali.”
Pendapat ini menjadi dasar dibolehkannya menggabungkan niat puasa di awal Ramadhan. Oleh karena itu, bagi pengikut Mazhab Syafi’i, hukum menggabungkan niat puasa Ramadhan di awal bulan adalah sunnah, karena menjadi bentuk antisipasi apabila lupa berniat saat sahur pada hari-hari berikutnya.
Pembahasan ini juga disebutkan oleh Imam al-Qulyubi dalam kitab Hasyiyah Al-Qulyubi (II/66):
وَيُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَوْ صَوْمَ رَمَضَانَ كُلَّهُ لِيَنْفَعَهُ تَقْلِيدُ الْإِمَامِ مَالِكٍ فِي يَوْمٍ نَسِيَ النِّيَّةَ فِيهِ مَثَلًا لِأَنَّهَا عِنْدَهُ تَكْفِي لِجَمِيعِ الشَّهْرِ
Artinya: "Disunahkan pada malam pertama bulan Ramadhan untuk niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil memanfaatkan pendapat Imam Malik pada suatu hari yang lupa untuk berniat di dalamnya. Karena beliau menganggap niat tersebut mencukupi bila lupa niat pada malam-malam berikutnya di semua malam Ramadhan."
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan sebulan bulan penuh, sebagaimana dikutip dari buku Ramadhan dan Pembangkit Esensi Insan: Pengajian 30 Malam Ramadhan karya Shabri Shaleh Anwar, adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.”
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026
Baca juga: 5 Doa Buka Puasa Ramadhan beserta Arab, Latin, dan Artinya
(RK)
