Bacaan Niat Shalat Tahiyatul Masjid Lengkap dengan Hikmah Menunaikannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, ada beberapa adab dan etika yang harus diketahui ketika masuk Masjid. Salah satunya yaitu melaksanakan shalat sunah dua rakaat yang disebut dengan shalat tahiyatul masjid.
Shalat tahiyatul masjid merupakan bentuk penghormatan terhadap Masjid. Umat Muslim diibaratkan tamu dan wajib baginya mengucapkan salam saat mendatangi rumah Allah.
Perintah shalat ini telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya:
“Jika salah seorang diantara kalian sedang memasuki masjid, maka hendaknya ia shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mengutip buku Dirasah Islamiyah yang diterbitkan oleh Sinar Jaya berseri, shalat tahiyatul masjid harus dilakukan sebelum duduk. Artinya, ketika memasuki Masjid dan langsung duduk tanpa mengerjakan shalat tersebut, gugurlah kesunahan tahiyatul masjid tersebut.
Namun, ada juga yang langsung duduk dikarenakan ketidaktahuannya seperti lupa atau waktu duduknya tidak dianggap lama. Orang tersebut masih mempunyai kesempatan untuk melaksanakan shalat tahiyatul masjid.
Sementara itu, jika seseorang memasuki masjid dan adzan sedang berkumandang, disunahkan untuk tetap berdiri sampai adzan selesai. Selanjutnya disegerakan melaksanakan shalat sunah Qabliyah Rawatib tanpa harus mengerjakan shalat tahiyatul masjid.
Bagaimana bacaan niat shalat tahiyatul masjid, ketentuan, dan hikmah yang didapatkan ketika mengerjakan shalat sunnah tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini
Bacaan Niat Shalat Tahiyatul Masjid
Merujuk pada buku Fikih Madrasah Tsanawiyah yang ditulis oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, terdapat niat yang harus dilafalkan ketika hendak melaksanakan shalat tahiyatul masjid.
Adapun niatnya adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan tahiyyatal masjidi rok'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta'ala.”
Ketentuan Shalat Tahiyatul Masjid
Rukun shalat tahiyatul masjid sama dengan rukun shalat pada umumnya.
Syarat sah shalat tahiyatul masjid sama dengan syarat sah shalat pada umumnya.
Shalat tahiyatul masjid yang dilakukan di luar Masjid atau di tempat selain Masjid, hukumnya tidak sah.
Shalat tahiyatul masjid dilaksanakan sebanyak dua rakaat sebelum duduk.
Bacaan-bacaan pada shalat tahiyatul masjid sama dengan bacaan shalat yang lainnya, yang berbeda hanya niatnya.
Hikmah Shalat Tahiyatul Masjid
1. Amalan penyempurna shalat wajib
Salah satu hikmah yang didapatkan ketika mengerjakan shalat tahiyatul masjid yaitu dapat menyempurnakan ibadah shalat wajib. Sebab, mungkin saja saat menjalankan shalat wajib ada hal-hal yang kurang atau tertinggal sehingga dapat mengurangi kesempurnaan pahala tersebut.
2. Menghapus dosa dan ditinggikan derajatnya
Menunaikan shalat Tahiyatul Masjid bisa dikatakan sama dengan memperbanyak shalat dan sujud kepada Allah SWT. Sehingga, jika dikerjakan secara rutin dapat menjadi salah satu amalan penghapus dosa dan akan ditinggikannya derajat oleh Allah SWT.
3. Sebagai bentuk rasa syukur
Shalat tahiyatul masjid juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Nikmat tersebut bisa berupa rezeki, kesehatan, bernafas, berjalan, mendengar, dan nikmat lainya.
(IMR)
