Bacaan Surat An-Naziat Lengkap dengan Terjemahannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat An-Naziat adalah surat ke-79 dalam kitab suci Alquran. Surat ini tergolong ke dalam surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah.
Surat An-Naziat berasal dari bahasa Arab النّازعات yang artinya Malaikat-malaikat yang mencabut. Tema surat ini adalah peringatan terhadap huru hara hari kiamat.
Mengutip buku Tadabur Alquran karya Syaikh Adil Muhammad Khalil, Surat An-Naziat dibagi atas beberapa tema. Di antaranya pemaparan sebagian dari peristiwa-peristiwa pada hari kiamat, pemaparan satu contoh kesombongan dan melebihi batas di hadapan kebenaran, penggiringan perhatian kepada ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta, terpisahnya manusia di hari kiamat, dan tentang kemahatahuan Allah mengenai waktu hari kiamat.
Bacaan Surat An-Naziat
Berikut bacaan Surat An-Naziat yang terdiri dari 46 ayat beserta terjemahannya.
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًا (1)
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.
وَالنّٰشِطٰتِ نَشْطًا (2)
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.
وَالسّٰبِحٰتِ سَبْحًا (3)
Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,.
فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًا (4)
dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,
فَالْمُدَبِّرٰتِ أَمْرًا(5)
dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia)
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ(6)
(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ(7)
(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.
قُلُوْبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ(8)
Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut,
أَبْصٰرُهَا خٰشِعَةٌ(9)
pandangannya tunduk.
يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِ (10)
(Orang-orang kafir) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?
ءَاِذَا كُنَّا عِظٰمًا نَّخِرَةً (11)
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur?”
قَالُوا۟ تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ (12)
Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.”
فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌ وٰحِدَةٌ(13)
Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.
فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ(14)
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ(15)
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?
اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ(16)
Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) ke lembah suci yaitu Lembah Tuwa;
اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ(17)
pergilah engkau kepada Fir’aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas
فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ(18)
maka katakanlah (kepada Fir’aun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),
وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ(19)
dan engkau akan kupimpin kejalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?”
فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ(20)
Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
\ فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖ(21)
Tetapi dia (Fir’aun) mendustakan dan mendurhakai.
ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ (22)
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ (23)
Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).
فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ(24)
(Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”
فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ (25)
Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.
إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗ (26)
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ (27)
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ(28)
Dia telah meninggikan bangunanannya lalu menyempurnakannya,
وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ (29)
dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).
وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ(30)
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.
اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ (31)
Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ (32)
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh.
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ (33)
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ (34)
Maka apabila malapetaka besar (hari kiamat) telah datang,
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ (35)
yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى(36)
dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖ (37)
Maka ada pun orang yang melampaui batas,
وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ (38)
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ (39)
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.
وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ(40)
Dan ada pun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ(41)
maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ (42)
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kiamat, “Kapankah terjadinya?”
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ (43)
Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?
اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ (44)
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya).
اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ (45)
Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kiamat).
كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا (46)
Pada hari ketika mereka melihat hari kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.
(MSD)
