Bacaan Surat At Tin dan Kandungan yang Ada di Dalamnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat At-Tin menjadi surat ke-95 dalam Alquran yang berjumlah 8 ayat. Surat At-Tin termasuk dalam golongan surat Makkiyah.
Nama surat ini diambil dari ayat pertama di mana terdapat kata At-tin yang memiliki arti buah tin. Buah tin diketahui telah ada sejak 4.000 tahun lalu dan tumbuh di wilayah Asia, Afrika, hingga Eropa.
Surat At-Tin memiliki makna kandungan yang menjadi refleksi untuk kehidupan umat manusia. Berikut bunyi surat At-Tin dan kandungannya.
وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ
wat-tīni waz-zaitụn
Artinya: "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,"
وَطُورِ سِينِينَ
wa ṭụri sīnīn
Artinya: "dan demi bukit Sinai,"
وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ
wa hāżal-baladil-amīn
Artinya: "dan demi kota (Mekah) ini yang aman,"
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm
Artinya: "sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."
ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ
ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn
Artinya: "kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),"
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum ajrun gairu mamnụn
Artinya: "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya."
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ
fa mā yukażżibuka ba'du bid-dīn
Artinya: "maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?"
أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ
a laisallāhu bi`aḥkamil-ḥākimīn
Artinya: "Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Kandungan Surat At-Tin
At-Tin mengisyaratkan sebuah fase kehidupan manusia pertama di surga. Di situlah ia berteduh di bawah rindangnya pohon Tin. Az-Zaitun sendiri mengibaratkan fase kehidupan Nabi Nuh beserta anak dan cucunya yang saat mengalami musibah banjir melihat burung membawa daun Zaitun.
Sementara Thur Sinin merujuk pada ditetapkannya syariat Nabi Musa di sekitar gunung Sinai dan munculnya cahaya tauhid di dunia. Sedangkan Al-Balad Al-Amin mengibaratkan keberadaan kota Makkah yang menjadi tempat tinggal sekaligus menyebarkan agama Islam oleh Nabi Muhammad SAW.
Dalam surat At-Tin juga terdapat kandungan yang menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Allah SWT menganugerahkan sejumlah potensi kepada manusia sehingga bisa mendapatkan kemuliaan dan keutaan dibandingkan makhluk lainnya.
Allah SWT mengembalikan kedudukan manusia pada tempat yang serendah-rendahnya. Ada sebagian menafsirkanya sebagai seperti manusia saat bayi, namun terdapat tafsir yang menyebutkan kesengsaraan dan neraka.
Allah SWT mengecualikan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari tempat yang serendah-rendahnya. Orang yang beriman dan beramal saleh juga akan memperoleh pahala tidak terputus dari Allah SWT. Pahala tersebut akan diterima di dunia maupun di akhirat.
Allah SWT memberikan balasan yang setimpal kepada manusia sesuai dengan perbuatan dan amalannya. Allah SWT akan memberikan putusan yang terbaik dan seadil-adilnya untuk makhluk-Nya.
(DNA)
