Konten dari Pengguna

Bacaan Surat Pendek untuk Sholat Tarawih sesuai Urutan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi salat tarawih. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salat tarawih. Foto: Pexels.com

Surat-surat pendek bisa dibaca imam saat memimpin sholat tarawih. Bacaan surat pendek untuk sholat tarawih ini berasal dari juz 30 atau Juz Amma, di antaranya adalah surat At-Takatsur, surat Al-Ashr, dan surat Al-Humazah.

Selain mudah dihafal, surat-surat pendek biasanya dipilih juga karena memiliki banyak keutamaan. Imam Ahmad dalam buku Panduan Shalat Praktis & Lengkap oleh Syaifurrahman El-Fati menuliskan bahwa saat sholat tarawih, imam sebaiknya membaca surat pendek agar tidak memberatkan jamaah.

Bacaan Surat Pendek untuk Sholat Tarawih

Berbagai bacaan surat pendek untuk sholat tarawih dapat dibacakan imam saat melaksanakan salat sunah tersebut. Foto: Pexels.com

Mengutip buku Kilat dan Mudah Hafal Juz 'Amma karya Ahmad Zainal Abidin, surat pendek dalam Al-Quran adalah surat-surat dengan jumlah ayat yang relatif pendek serta mudah dibaca dan dihafal. Sebagian besar surat pendek sendiri terdapat dalam juz 30.

Dikutip dari laman NU Online, umat Islam biasanya membaca surat pendek saat salat tarawih sesuai dengan urutan yang dianjurkan. Berikut daftar surat pendek untuk salat tarawih 8 rakaat sesuai urutan.

1. At-Takatsur

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

(Alhakumut takatsur

Hatta zurttumul maqabir

Kalla sawfa ta'lamuun

Thumma kalla sawfa ta'lamuun

Kalla law ta'lamuuna ilma l-yaqiin

Lataraunal jaahiim

Tsumma latarawnahaa 'ainal-yaqiin

Tsumma latus-alunna yawma-ithin 'anin-na'iim)

Artinya:

"Bermegah-megahan telah menyesatkannya kamu,

hingga kamu masuk ke dalam kubur.

Sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

Sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

Sekali-kali tidak, sekiranya kamu mengetahui dengan pasti (tentang hari pembalasan),

pasti kamu akan melihat neraka Jahim.

Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri.

Kemudian pasti kamu akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu nikmati di dunia)."

2. Al-Ashr

وَالْعَصْرِ

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

(Wal-'aṣr

Innal-insaana lafii khusr

Illalladziina aamanuu wa 'amiluuṣ-ṣaaliḥaati wa tawaaṣaw bil-ḥaqqi wa tawaaṣaw bis-ṣabr

Artinya:

"Demi masa,

Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian,

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran."

3. Al-Humazah

Ilustrasi seseorang membaca bacaan surat pendek untuk sholat tarawih. Foto: Pexels.com

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ

كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ

إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ

فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

(Waylun likulli humazatin lumazah

Alladhī jama'a maalan wa'addadahuu

Yahsabu anna maalahu akhladahuu

Kallā layunbaḍanna fil-ḥuṭamati

Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah

Nārullāhil-muqaddah

Allatī taṭṭal'u 'alal-'af'idah

Innahā 'alayhim muṣadah

Fī 'amadin mumaddadah)

Artinya:

"Celakalah bagi setiap pengumpat, pemfitnah.

Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung

Dia mengira bahwa hartanya akan mengekalkannya (untuk selamanya).

Tidak, sungguh tidak! Dia akan dilempar ke dalam Hawiyah (liang neraka).

Dan tahukah kamu apakah Hawiyah itu?

Yaitu api yang dinyalakan Allah.

Yang menyala di atas hati-hati (manusia).

Sesungguhnya (neraka itu) tertutup rapat untuk mereka.

Dalam tiang-tiang yang panjang."

4. Al-Fil

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

(Alam tara kayfa fa'ala rabbuka biaaṣḥaabi l-fiil

Alam yajʿal kaydahum fi taḍliil

Waarsala 'alayhim ṭayran abābīla

Tarmīhim biḥijāratin min sijjīl

Fajaʿalahu kaʿaṣfin ma'kuul)

Artinya:

"Bukankah kamu telah melihat bagaimana Tuhanmu telah berbuat terhadap tentara bergajah?

Bukankah Dia telah membuat tipu daya mereka menjadi sia-sia?

Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang terbakar,

Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."

5. Al-Quraisy

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

إِلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

(Liilaafi qurayš

ilāfihim riḥlata ash-shitaai waaṣ-ṣayfi

falyaʿbuduu rabba haadhal-bayti

alladzhii aṭʿamahum min juuʿin wa āmanahum min khawfin)

Artinya:

"Karena penggembalaan (karavan) orang Quraisy,

yang diamanatkan dalam perjalanan musim dingin dan musim panas.

Hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini,

yang telah memberi makan kepada mereka dari kelaparan dan mengamankan mereka dari ketakutan."

6. Al-Maun

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

(Araaita alladzi yukadzdzibu bid diin

Fadzaalika alladzi yadu'u al-yatiima

Wa laa yahuddu 'alaa ṭa'aami al-miskiin

Fawaylun lil-mushalliin

Alladziina hum 'an shalaatihim saahuun

Alladziina hum yuraauun

Wa yamna'uuna al-maa'uun.)

Artinya:

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendustakan agama?

Dia itulah yang menghardik anak yatim,

dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat,

yang lalai dari shalatnya,

yang berbuat riya,

dan menahan diri dari memberi bantuan (kepada sesama)."

7. Al-Kautsar

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

(Innaa a‘thainaa kal-kautsar

fa shalli lirabbika wan-ḫar

inna syaani'aka huwal-abtar)

Artinya:

"Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.

Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

8. Al-Kafirun

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

(Qul ya ayyuha al-kafirun

La a'budu ma ta'budun

Wa la antum 'abiduna ma a'bud

Wa la ana 'abidun ma 'abadtum

Wa la antum 'abiduna ma a'bud

Lakum dinukum wa liya din)

Artinya:

"Katakanlah (Muhammad), "Hai orang-orang kafir

Aku tidak menyembah apa yang kamu semba

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah

Dan aku bukan penyembah Tuhan yang kamu sembah

Dan kamu tidak penyembah Tuhan yang aku sembah

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

(SAI)