Bagaimana Anda Selama ini Menjadi Guru? Ini Referensi Jawabannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Latihan Pemahaman Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) Topik 3, peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2026 akan dihadapkan pada berbagai latihan soal reflektif. Ini menjadi ruang bagi guru untuk meninjau kembali praktik mengajar yang selama ini dilakukan.
Salah satu soal yang muncul dalam Ruang GTK adalah: “bagaimana Anda selama ini menjadi guru? Apakah Anda sudah memahami experiential learning dan menerapkannya?” Pertanyaan ini menekankan pentingnya kesadaran reflektif guru terhadap peran, metode, serta dampak pembelajaran yang telah diberikan kepada peserta didik.
Bagi Bapak atau Ibu guru yang tengah menyusun jawaban reflektif atas pertanyaan tersebut dan ingin memahami lebih dalam praktik experiential learning, berikut beberapa referensi jawaban yang dapat menjadi acuan.
Pengalaman Sebagai Guru dan Penerapan Experiential Learning
Dikutip dari buku 164 Model Pembelajaran Kontemporer karya Amin dan Linda Yurike, experiential learning merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Model pembelajaran ini mendorong siswa untuk terlibat aktif, merefleksikan pengalaman, dan mengaitkannya dengan konsep yang dipelajari.
Adapun untuk menjawab pertanyaan reflektif tersebut, berikut beberapa inspirasi jawaban yang dirangkum dari kanal YouTube Pak Guru Febta, Rokhaniyah, dan beberapa sumber lainnya:
Contoh Jawaban 1
Selama ini, saya berusaha menjadi guru yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta keterampilan hidup peserta didik. Saya menyadari bahwa pembelajaran yang bermakna tidak cukup hanya bersifat teoritis, tetapi perlu menyentuh pengalaman nyata siswa.
Sebelumnya, saya belum sepenuhnya memahami kerangka experiential learning secara teori. Namun dalam praktiknya, saya menyadari bahwa pendekatan ini sering saya lakukan secara intuitif dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Beberapa aktivitas yang saya lakukan antara lain:
Mengajak siswa melakukan pengamatan langsung di lingkungan sekitar
Melibatkan siswa dalam kegiatan bermain peran (role play)
Mengadakan diskusi reflektif setelah menyelesaikan proyek
Kegiatan-kegiatan tersebut pada dasarnya sudah mencerminkan prinsip experiential learning, meskipun saat itu saya belum menyadarinya secara utuh.
Setelah mempelajari lebih dalam tentang siklus experiential learning dari David Kolb, yang meliputi pengalaman nyata, refleksi, konseptualisasi, dan penerapan, saya kini menjadi lebih sadar dan sistematis dalam merancang pembelajaran.
Saya mulai menyusun kegiatan yang memungkinkan siswa mengalami langsung suatu fenomena, kemudian merefleksikannya, menyusun konsep, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Dengan pemahaman ini, saya merasa lebih siap menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menyentuh aspek sosial-emosional siswa.
Contoh Jawaban 2
Sebagai seorang guru, saya memandang diri sebagai fasilitator pembelajaran dan pembimbing yang berpusat pada siswa, bukan sekadar penyampai informasi. Saya meyakini bahwa siswa dapat belajar secara optimal ketika mereka aktif terlibat dan mengalami langsung proses pembelajaran tersebut.
Berangkat dari keyakinan tersebut, saya berupaya memahami dan menerapkan experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman) dalam praktik mengajar sehari-hari.
Secara lebih terstruktur, saya memahami experiential learning sebagai sebuah siklus pembelajaran yang terdiri dari beberapa tahapan berikut:
Mengalami: Siswa terlibat langsung dalam suatu aktivitas atau pengalaman nyata.
Merefleksi: Siswa mengamati dan merenungkan pengalaman yang telah dilalui.
Mengonseptualisasi: Siswa mengaitkan pengalaman tersebut dengan konsep atau teori yang lebih luas.
Menerapkan: Siswa mencoba menerapkan pemahaman baru dalam situasi lain atau kehidupan sehari-hari.
Contoh Jawaban 3
Selama ini, saya sebenarnya sudah menerapkan prinsip experiential learning dalam pembelajaran, meskipun belum mendalaminya secara teori. Pendekatan ini kerap saya lakukan secara alami melalui berbagai aktivitas yang melibatkan siswa secara langsung.
Dari praktik tersebut, saya memahami bahwa experiential learning merupakan pembelajaran yang berfokus pada pengalaman nyata sebagai inti proses belajar. Dalam penerapannya, pendekatan ini menuntut partisipasi aktif peserta didik, diikuti proses refleksi, serta penerapan konsep ke dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 15 Contoh Soal Tes Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih
(ANB)
