Bagaimana Cara Cium Tangan yang Benar Menurut Islam? Simak Penjelasan Berikut

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mencium tangan ketika bersalaman dengan orang yang lebih tua atau orang alim merupakan tradisi yang sudah lama dilakukan di berbagai negara. Ini menjadi salah satu bentuk kesopanan kepada orang lain.
Dalam Islam, mencium tangan menjadi cara menunjukkan rasa cinta sekaligus penghormatan kepada seseorang yang mendapat ilmu serta kemuliaan dari Allah. Itu alasan mengapa tradisi mencium tangan sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW.
Sebagaimana dikisahkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dari Jabi Radiallahu anhu: “Ibnu Umar pernah ikut dalam salah satu pasukan infanteri bersama Rasulullah SAW. Kemudian beliau bergegas mendekati Nabi SAW dan mengecup tangannya.”
Meski sudah berlangsung cukup lama, tak sedikit orang yang masih salah dalam mempraktikkannya. Lantas, bagaimana cara cium tangan yang benar menurut Islam?
Cara Mencium Tangan yang Benar Menurut Islam
Dijelaskan dalam NU Online, cara cium tangan yang benar menurut Islam adalah dengan memegang erat tangan orang yang ingin dicium, kemudian menundukkan kepala, lalu disusul mencium tangan orang tersebut menggunakan hidung dan bibir dengan penuh takdzim.
Walau sudah menjadi tradisi, namun ada beberapa syarat yang harus diperhatikan agar mencium tangan orang alim tetap dalam koridor yang dibolehkan.
Berikut adalah beberapa syarat ketika mencium tangan kepada orang alim seperti yang dituliskan oleh Syeikh Al-AlBani rahiamhullah dalam kitab Silisalah Ahadistu Shahihah.
Tidak dijadikan kebiasaan. Maksudnya adalah tidak menjadikan si kiai atau orang alim tersebut terbiasa menjulurkan tangannya kepada para murid. Tidaklah juga bagi para murid untuk mencari berkah dari mencium tangannya.
Tidak menjadikan seorang alim sombong dan menganggap dirinya hebat. Kebiasan menjulurkan tangan untuk dicium dapat menyebabkan seseorang merasa dirinya hebat sehingga mudah timbul penyakit hati berupa kesombongan.
Tidak menjadikannya sunnah. Umat Muslim dilarang menjadikan bersalaman sambil mencium tangan sebagai sesuatu yang disunnahkan. Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan terkait hal ini.
Tidak dilakukan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Dilarang bagi laki-laki dan perempuan yang belum memiliki hubungan halal untuk berpandangan, berdekatan, bersentuhan kulit, apalagi mencium tangan. Aisyah (istri Rasulullah) berkata: “Demi Allah beliau (Rasulullah) sama sekali tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun yang bukan mahram beliau.” (HR Muslim)
Dianjurkan untuk dilakukan oleh suami istri. Bagi pasangan suami istri, mencium tangan adalah wujud kasih sayang sekaligus penghormatan yang memiliki pahala besar. Sebab, ini termasuk ibadah dan bukti istri yang sholehah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Seandainya manusia diperbolehkan bersujud kepada manusia lainnya niscaya aku akan memerintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suami pada istri.” (HR. Ahmad)
(NDA)
