Konten dari Pengguna

Bagaimana Cara Membangun Karakter Warga Digital yang Baik di Era Teknologi?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pendidikan Karakter Siswa di Era Digital. Sumber: Unsplash/ED US
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pendidikan Karakter Siswa di Era Digital. Sumber: Unsplash/ED US

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, perilaku masyarakat di dunia digital ikut mengalami perubahan. Sayangnya, tidak sedikit yang mulai menyimpang dari norma dan etika yang seharusnya dijunjung tinggi.

Melihat kondisi tersebut, pendidikan karakter semakin penting diterapkan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Upaya ini bertujuan agar setiap pengguna mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan nilai-nilai moral.

Lantas, bagaimana cara membentuk karakter warga digital yang baik di era teknologi saat ini? Berikut informasi selengkapnya.

Bagaimana Cara Membangun Karakter Warga Digital yang Baik di Era Teknologi saat Ini?

Ilustrasi Pendidikan Karakter Siswa di Era Digital. Foto: Fazazakka/Shutterstock

Mengutip buku Desain Pendidikan Karakter karya Dr. Zubaedi, pendidikan karakter merupakan pendekatan yang berfokus pada pembentukan dan pengembangan moral, etika, serta nilai-nilai positif dalam diri individu.

Adapun untuk mewujudkan generasi yang berkarakter di era digital, berikut beberapa cara membangunnya sebagaimana dijelaskan dalam laman SMAN 11 Wajo:

1. Menguasai Tools Knowledge

Kemampuan ini merujuk pada keterampilan memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai positif. Jika tidak dikuasai, penggunaan teknologi justru berisiko menimbulkan dampak negatif.

2. Berpikir Kritis (Critical Thinking)

Kemampuan mencari informasi melalui media digital harus dibarengi dengan sikap selektif dalam memilah mana yang benar dan mana yang hanya hoaks.

Jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di dunia maya. Pastikan hanya menerima konten yang akurat, terverifikasi, dan membawa dampak positif.

3. Mengikuti Kelas Mentoring Teknologi

Di era digital, semakin banyak kelas mentoring yang hadir dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Program ini tidak hanya membentuk generasi yang cakap teknologi, tetapi juga mengasah potensi anak muda agar siap bersaing di masa depan.

4. Menerapkan Pola Asuh Digital yang Tepat

Pola asuh digital mencakup bagaimana orang tua mengarahkan anak dalam menggunakan teknologi secara bijak. Misalnya, mengenalkan manfaat dan risiko dunia digital, memberi pengawasan saat anak beraktivitas online, menanamkan etika berinteraksi di ruang digital, serta membangun ekosistem yang sehat agar teknologi membawa dampak positif bagi kecerdasan dan karakter anak.

Manfaat Pendidikan Karakter di Era Digital

Ilustrasi Pendidikan Karakter Siswa di Era Digital. Foto: Shutter Stock

Setelah beragam kegiatan pendidikan karakter dilakukan, berikut sejumlah manfaat yang diperoleh menurut laman SMP Negeri 46 Jakarta:

  • Menanamkan perilaku online yang bertanggung jawab, menghormati privasi, serta mencegah cyberbullying dan penyebaran hoaks.

  • Membantu individu menghargai perspektif orang lain dan menerima keberagaman dalam interaksi digital.

  • Membekali generasi agar mampu mengambil keputusan mandiri dan berani bersikap sesuai nilai moral.

  • Mengelola waktu penggunaan teknologi agar seimbang dengan kehidupan nyata.

  • Mendorong perilaku jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab di dunia digital.

Baca Juga: Bagaimana Pendidikan Karakter dapat Membantu Mengurangi Kekerasan?

(ANB)