Bagaimana Cara Meneladani Asmaul Husna Al-Karim dalam Kehidupan Sehari-hari?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asmaul husna merupakan nama-nama Indah milik Allah yang diambil dari sifat-Nya untuk dijadikan teladan bagi manusia. Salah satunya Al-Karim. Bagaimana cara meneladani asmaul husna al-karim dalam kehidupan sehari-hari?
Nama Al-Karim sendiri memiliki arti Allah yang Maha Mulia. Allah berfirman dalam surat al-Mukminun ayat 116 yang berbunyi:
فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ
Artinya: “Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia.” (Qs. Al-Mukminun: 116)
Terdapat banyak sekali keteladan yang dapat diambil oleh manusia terhadap sifat Allah yang satu ini. Apa saja?
Baca Juga: Memahami Arti Al Wakil dalam Asmaul Husna
Cara Meneladani Asmaul Husna Al-Karim dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebelum membahas mengenai keteladan dari sifat Allah yang Al-Karim, terlebih dahulu ketahui pengertian dan maknanya.
Pengertian Al-Karim
Menurut Ali Musri Semjan Putra dalam buku Syarah Nama Allah Al-Karim, Al-Karim adalah salah satu dari sifat Allah Azza wa Jalla dengan makna yaitu dzat yang sangat banyak memiliki kebaikan, amat pemurah, pemberi nikmat dan keutamaan.
Allah sebagai Al-Karim juga dapat diartikan sebagai dzat yang pemberian-Nya tidak pernah habis. Sehingga karena sifat-Nya tersebut membuat Allah SWT menjadi amat terpuji.
Menurut Ibnul Qayyim ra, secara global makna al-Karim adalah dzat yang suka memberi kebaikan yang banyak dengan amat mudah dan gampang. Lawannya, orang pelit yang amat sulit dan jarang mengeluarkan kebaikan.
Allah berfirman dalam surat Az-Zumar ayat 7:
اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۗوَلَا يَرْضٰى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَۚ وَاِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَكُمْۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Artinya: "Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah Maha Kaya darimu (tidak memerlukanmu) dan Dia tidak meridhoi kekafiran bagi para hamba-Nya, dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai kesyukuran itu bagimu" (QS. az-Zumar:7).
Para ahli tafsir menjabarkan, ayat tersebut sesungguhnya menyampaikan akan Allah SWT yang Maha Kaya lagi Maha Mulia. Sehingga, karena sifat tersebut, Allah tidak membutuhkan pujian dari manusia.
Rasa syukur yang manusia sampaikan kepada Allah sejatinya akan berbalik kepada diri mereka sendiri. Begitu pula saat manusia ingkar terhadap nikmat-Nya. Kemuliaan Allah tidak akan pudar jika manusia tidak memuji-Nya.
Cara Meneladani Asmaul Husna Al-Karim
Setelah memahami dan mengerti mengenai makna dari Al-Karim, selanjutnya adalah umat Muslim harus dapat mengimplementasikan sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut contoh keteladanan dari Allah Al-Karim yang telah dirangkum dari buku 'Meneladani Sifat Allah Asmaul Husna dalam Kehidupan' yang diterbitkan oleh Kementerian Agama DIY untuk diterapkan dalam kehidupan:
1. Menebarkan kebaikan di mana pun berada sehingga keberadaan seorang muslim mendatangkan manfaat bagi siapa saja.
2. Bersikap pemaaf dan lapang dada kepada siapa saja yang sudah berbuat zalim kepadanya.
3. Senantiasa menunaikan amanah yang diberikan kepadanya, juga selalu menepati janji yang diucapkan.
4. Memiliki empati dan simpati yang tinggi kepada yang membutuhkan.
5. Mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.
(PHR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu asmaul husna?

Apa itu asmaul husna?
Asmaul husna merupakan nama-nama Indah yang dimiliki oleh Allah yang diambil dari sifat-Nya.
Apa makna dari Allah Al-Karim?

Apa makna dari Allah Al-Karim?
Allah sebagai Al-Karim juga dapat diartikan sebagai dzat yang pemberian-Nya tidak pernah habis.
Mengapa Allah menamain dirinya dalam Asmaul Husna?

Mengapa Allah menamain dirinya dalam Asmaul Husna?
Agar dapat menjadi pelajaran dan teladan bagi manusia.
