Konten dari Pengguna

Bagaimana Hukum Berwudhu Sebelum Mandi Wajib?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pancuran kamar mandi. Foto: tookapic via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pancuran kamar mandi. Foto: tookapic via Pixabay

Dalam Islam, mandi wajib dibahas secara tuntas pada bab kajian thaharah. Anjuran dan perintahnya telah termaktub dalam surat Al-Maidah ayat 6. Dalam potongan ayat tersebut, Allah Swt berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah.” (QS. Al Maidah: 6).

Mengutip buku Sudah Mandi Wajib Haruskah Wudhu Lagi? oleh Saiyid Mahadhir, mandi wajib merupakan proses membersihkan diri yang sifatnya wajib bagi umat Muslim yang berhadas besar. Ketentuannya telah banyak disebutkan dalam kitab fikih oleh para ulama.

Ada yang mengatakan bahwa sebelum melaksanakan mandi wajib, umat Muslim dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Benarkah demikian? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Hukum Berwudhu Sebelum Mandi Wajib

Mengutip buku Ritual dan Tradisi Islam Jawa oleh KH. Muhammad Solikhin, hukum berwudhu sebelum mandi wajib adalah sunnah. Ketentuan ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits yang artinya:

Ilustrasi pancuran kamar mandi. Foto: PublicDomainPictures via Pixabay

“Rasulullah SAW apabila hendak mandi setelah melakukan hubungan badan, maka beliau mulai dengan membasuh kedua (telapak) tangan, lalu menuangkan air dan membasuh tangan kanan lalu tangan kiri, mencuci kemaluannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk melakukan shalat” (HR. al-Jamaah)

Karena hukumnya sunnah, umat Muslim yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala. Jika tidak dikerjakan, tidak akan mendapatkan dosa.

Meski begitu, alangkah lebih baik jika umat Muslim mengerjakan seluruh sunnah yang dianjurkan kepadanya. Ini bisa mendatangkan banyak keutamaan dan juga pahala.

Mengutip Buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin, berikut adalah urutan mandi wajib yang benar beserta sunnahnya yang harus dipenuhi umat Muslim apabila ingin menghilangkan hadas besar:

  • Membaca niat mandi wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَ

Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala

Artinya: Saya berniat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

Ilustrasi Mandi Air Hangat. Foto: Shutterstock
  • Bersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.

  • Bersihkan kemaluan serta kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri.

  • Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya menggunakan tanah atau sabun.

  • Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti ketika akan sholat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki.

  • Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.

  • Kemudian bersihkan sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala. Jika sudah, guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana hukum berwudhu sebelum mandi wajib?

chevron-down

Sunnah. Jika dikerjakan mendapat pahala, jika tidk dikerjakan tidak akan mendapat dosa.

Bagaimana niat mandi wajib?

chevron-down

Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala.

Apa itu mandi wajib?

chevron-down

Mandi wajib merupakan proses membersihkan diri yang sifatnya wajib bagi umat Muslim yang berhadas besar.