Bagaimana Hukum Weton Jodoh Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tradisi Kejawen mengenal hitungan weton jodoh untuk mengetahui kecocokan dan peruntungan sepasang kekasih. Tradisi ini merujuk pada hari kelahiran, mengingat istilah weton diambil dari bahasa Jawa wetu yang berarti keluar atau lahir.
Dijelaskan dalam buku Primbon Masa Kini: Warisan Nenek Moyang untuk Meraba Masa Depan karya Romo RDS Ranoewidjojo, weton adalah gabungan antara hari (minggu, senin, selasa, dst) dan pasaran saat bayi dilahirkan. Pasaran tersebut antara lain kliwon, legi, pahing, pon, dan wage.
Pada weton jodoh, akan dilakukan perhitungan angka yang didasarkan pada neptu kedua pasangan. Angka-angka tersebut nantinya akan dijadikan pedoman sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
Weton jodoh meliputi segala hal yang berkaitan dengan pernikahan seperti keharmonisan, rezeki, anak, dan lain sebagainya. Bagaimana hukum weton jodoh menurut Islam?
Hukum Weton Jodoh dalam Islam
Sebagai takdir Allah, jodoh seseorang telah dituliskan 50.000 tahun lalu, tepatnya sebelum manusia dilahirkan di bumi. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
"Allah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)
Melalui hadits tersebut, dapat dipahami bahwa sejatinya jodoh adalah misteri ilahi. Tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah Swt.
Oleh karena itu, mempercayai weton jodoh menurut Islam adalah dosa besar. Sebab, ini termasuk perbuatan syirik yang dilakukan dengan mempercayai takdir selain milik Allah Swt.
Mengutip tesis berjudul Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Perhitungan Weton dalam Menentukan Perkawinan karya Ali Ahmadi, orang yang musyrik kelak akan hidup dalam ketidakpastian dan kekacauan. Sehingga, segala tindakannya akan jauh dari ajaran Islam.
Dalam Surat Luqman ayat 13, Allah Swt berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"
Baca Juga : Cara Menghitung Weton Jodoh dan Artinya Menurut Primbon Jawa
Kembali bicara soal jodoh, sebenarnya Islam telah menetapkan ketentuannya dalam beberapa dalil shahih. Dikutip dari buku Satu Atap Berjuta Cinta karya Hadis Melvana, Rasulullah SAW bersabda:
“Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.”
Dalam hadits tersebut, tidak ada penjelasan khusus mengenai pemilihan wanita dari hari lahirnya. Oleh karena itu, tradisi perhitungan weton tidak disyariatkan.
Seorang Muslim hendaknya menikahi pasangan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam Islam. Ia dianjurkan berikhtiar semaksimal mungkin untuk menjemput jodoh terbaik menurut versinya.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Kapan takdir jodoh dituliskan oleh Allah Swt?

Kapan takdir jodoh dituliskan oleh Allah Swt?
Sebagai takdir Allah, jodoh seseorang telah dituliskan 50.000 tahun lalu, tepatnya sebelum manusia dilahirkan di bumi.
Apa itu weton?

Apa itu weton?
eton adalah gabungan antara hari (minggu, senin, selasa, dst) dan pasaran saat bayi dilahirkan. Pasaran tersebut terdiri dari lima hari lain, yakni kliwon, legi, pahing, pon, dan wage.
Bagaimana perhitungan weton jodoh dalam tradisi Kejawin?

Bagaimana perhitungan weton jodoh dalam tradisi Kejawin?
Pada weton jodoh, akan dilakukan perhitungan angka yang didasarkan pada neptu kedua pasangan. Angka-angka tersebut nantinya dijadikan pedoman bagi mereka sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
