Bagaimana Kandungan Serat pada Pasta? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasta merupakan makanan olahan asal Italia yang populer di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Ada beragam jenis olahan pasta dengan kandungan yang berbeda-beda.
Mengutip Cahyana (2025), dalam buku Hidangan Continental, Secara umum, pasta dibuat dari campuran tepung terigu dan telur yang diuleni hingga kalis, kemudian dipipihkan dan dicetak dengan mesin pasta hingga mencapai ketebalan sekitar 1 mm.
Lantas, bagimana kandungan serat pada pasta? Apakah makanan ini punya kandungan gizi yang sehat? Di bawah ini, akan dipaparkan jawaban selengkapnya.
Bagaimana Kandungan Serat pada Pasta?
Pasta dikenal sebagai sumber energi karena kandungan karbohidratnya yang tinggi, namun rendah protein dan lemak. Dalam penelitian Meissy (2020) berjudul Kadar Serat, Kekenyalan, dan Sensori Pasta, dijelaskan bahwa dalam 100 gram pasta biasa yang terbuat dari tepung terigu, terdapat sekitar 131 kalori, 25 gram karbohidrat, 5 gram protein, dan 1 gram lemak.
Sayangnya, pasta yang dibuat dari tepung terigu biasa cenderung memiliki kadar serat kasar yang rendah. Dalam buku Ilmu Pangan Jilid I oleh Nurhayati, dkk., (2023), diungkapkan bahwa pasta yang dibuat dari tepung terigu biasa cenderung memiliki kadar serat kasar yang rendah.
Hal tersebut dikarenakan tepung terigu yang digunakan dalam pembuatan pasta umumnya telah melalui proses penyaringan dan penggilingan halus sehingga sebagian besar kandungan serat alaminya hilang.
Hal yang sama juga berlaku pada pasta atau spaghetti instan. Pasta instan hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dimasak, berbeda dengan pasta tradisional yang memerlukan perebusan lebih lama.
Namun, proses instanisasi ini justru dapat mengurangi kandungan nutrisi penting, termasuk serat dan vitamin. Dalam satu porsi pasta dan spaghetti instan (sekitar 70-100 gram), kandungan kalori berkisar antara 300-450 kalori, dengan komposisi gizi rata-rata sebagai berikut:
Karbohidrat: 50-60 gram
Lemak: 10-15 gram
Protein: 6-10 gram
Sodium: 800-1200 mg
Menurut hasil penelitian European Food Research and Technology, proses pengolahan makanan instan sering kali menurunkan kadar nutrisi alami seperti serat dan zat gizi mikro, serta meningkatkan kadar natrium.
Karena itu, spaghetti instan cenderung memiliki serat yang sangat rendah, kecuali jika produsen menambahkan bahan lain seperti serat sintetis, vitamin, atau mineral.
Baca juga: Rekomendasi 5 Minuman Kaya Serat di Indomaret untuk Lancarkan Pencernaan
Daftar Pasta dengan Kandungan Serat Tinggi
Saat ini, telah tersedia berbagai inovasi pasta yang lebih sehat dan kaya serat. Jenis pasta ini umumnya dibuat dari bahan baku gandum utuh atau biji-bijian lainnya yang masih mempertahankan kulit ari dan bagian dedak, tempat serat alami berada.
Berikut penjelasan dalam buku Terapi Enzim: 7 Kunci Rahasia Menuju Hidup Sehat dan Panjang Umur Secara Alami, Hiromi Shinya, MD (2021):
1. Pasta Gandum Utuh
Pasta tepung gandum utuh memiliki kandungan serat yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasta biasa. Dalam 140 gram pasta gandum utuh, terdapat 6,3 gram serat, 7,5 gram protein, dan 37 gram karbohidrat.
Selain itu, pasta jenis ini juga kaya akan vitamin B, kalsium, zat besi, dan magnesium, sehingga menjadi pilihan ideal untuk menjaga pola makan seimbang dan memperlancar pencernaan.
2. Pasta Barley
Barley atau jelai merupakan salah satu biji-bijian yang juga bisa dijadikan bahan dasar pasta. Dalam 148 gram tepung barley, terdapat kandungan 10 gram serat dan 15,5 gram protein.
Selain itu, barley mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti magnesium, kalium, kalsium, folat, vitamin B6, dan seng. Kandungan serat tinggi dalam barley membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, sehingga baik untuk penderita diabetes dan menjaga rasa kenyang lebih lama.
3. Pasta Oat Bran
Pasta jenis ini terbuat dari dedak gandum, yaitu bagian luar biji gandum yang mengandung serat sangat tinggi. Dalam 100 gram pasta oat bran, terdapat 15,4 gram serat, 58 mg kalsium, 5,4 mg zat besi, dan 235 mg magnesium. Lebih sehat dibandingkan pasta instan.
(SLT)
