Konten dari Pengguna

Bagaimana Memaknai Peran Sekolah dalam Melindungi Peserta Didik dari Bencana?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelajar berlindung di bawah meja saat simulasi mitigasi bencana di MTs Negeri 9 Jakarta, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pelajar berlindung di bawah meja saat simulasi mitigasi bencana di MTs Negeri 9 Jakarta, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi berbagai risiko bencana. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dengan mengutamakan keselamatan seluruh warga sekolah.

Dalam praktiknya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran bencana sejak dini kepada peserta didik. Melalui edukasi dan simulasi yang tepat, sekolah dapat membantu mengurangi risiko sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Setelah memahami konsep SPAB, peserta didik diharapkan mampu berperan aktif dalam menjaga keselamatan diri maupun orang lain di lingkungan sekolah. Pertanyaannya, bagaimana cara memaknai peran sekolah dalam melindungi peserta didik dari risiko bencana?

Tujuan Penerapan SPAB di Sekolah

SDN 5 Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, mengikuti simulasi mitigasi bencana kebakaran dan gempa bumi dalam kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS). Foto: Pemkab Banyuwangi

Sebagai awalan, setiap peserta didik perlu memahami terlebih dahulu arah dan tujuan dari pelaksanaan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Dikutip dari laman resmi BPBD Kabupaten Lamongan, berikut beberapa tujuan dilaksanakannya program SPAB:

  • Meningkatkan kemampuan sumber daya di satuan pendidikan dalam menanggulangi dan mengurangi risiko bencana

  • Melindungi investasi pada satuan pendidikan agar tetap aman dari potensi bencana

  • Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana agar memenuhi standar keamanan

  • Memberikan perlindungan dan keselamatan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

  • Memastikan keberlangsungan layanan pendidikan saat terjadi bencana

  • Menyediakan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik risiko bencana

  • Memulihkan dampak bencana di lingkungan satuan pendidikan

  • Membangun kemandirian satuan pendidikan dalam menjalankan program SPAB

Cara Memaknai Peran Sekolah dalam Melindungi Peserta Didik dari Bencana

Sejumlah pelajar melindungi kepalanya saat simulasi mitigasi bencana di MTs Negeri 9 Jakarta, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Untuk mewujudkan tujuan program SPAB, seluruh warga sekolah harus ikut berperan aktif dalam upaya perlindungan melalui tindakan-tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dijelaskan dalam laman BPBD Kotawaringin Timur, berikut cara memaknai peran sekolah dalam melindungi peserta didik dari bencana:

1. Menyadari sekolah sebagai ruang aman

Peserta didik perlu memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga lingkungan yang dirancang untuk memberikan perlindungan dari risiko bencana.

2. Berperan aktif dalam kesiapsiagaan

Ikut terlibat dalam setiap kegiatan kesiapsiagaan, seperti simulasi evakuasi dan pelatihan tanggap darurat. Partisipasi aktif ini membantu membentuk respons yang sigap saat bencana terjadi.

3. Mengaplikasikan pengetahuan kebencanaan

Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya diingat, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, peserta didik mampu bertindak tepat dan tidak panik dalam situasi darurat.

4. Menumbuhkan sikap peduli dan tanggung jawab

Perlindungan dari bencana merupakan tanggung jawab bersama. Peserta didik dapat memaknainya dengan saling membantu, mengingatkan, dan menjaga keselamatan satu sama lain.

5. Membangun kebiasaan waspada sejak dini

Sikap waspada perlu dilatih secara konsisten agar menjadi kebiasaan. Dengan kebiasaan ini, peserta didik akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan risiko bencana.

Baca Juga: Konsep SPAB untuk Memaknai Peran Sekolah dalam Melindungi Peserta Didik

(ANB)