Bagaimana Membantu Peserta Didik Mengenali Perasaan untuk Menanggapi Situasi?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Materi 1.2 Mengekspresikan Perasaan pada Modul 1 Mengenal Diri Sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam Pelatihan Mandiri di Platform Merdeka Mengajar (PMM), khususnya pada Topik Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH) SMA/K hasil kemitraan dengan UNICEF. Setelah menyimak materi tersebut, peserta akan diminta mengerjakan Latihan Pemahaman dan Cerita Reflektif sebagai bentuk refleksi atas apa yang telah dipelajari.
Salah satu soal yang harus dijawab peserta dalam latihan ini adalah, "Bagaimana saya dapat membantu peserta didik mengenali perasaan dan mengekspresikannya untuk menanggapi beragam situasi dengan cara yang lebih positif?". Agar lebih mudah menjawabnya, simak beberapa contoh jawaban berikut ini!
Contoh Jawaban Bagaimana Saya Dapat Membantu Peserta Didik Mengenali Perasaan dan Mengekspresikannya untuk Menanggapi Beragam Situasi dengan Cara yang Lebih Positif?
Berdasarkan materi Pembelajaran Sosial Emosional di kanal Youtube PPG Kemendikdasmen dan sumber lainnya, berikut beberapa contoh jawaban yang dapat dijadikan referensi oleh Bapak/Ibu guru.
Pertanyaan: Bagaimana saya dapat membantu peserta didik mengenali perasaan dan mengekspresikannya untuk menanggapi beragam situasi dengan cara yang lebih positif?
Contoh Jawaban 1
Sebagai guru, saya berupaya memahami kondisi sosial emosional peserta didik terlebih dahulu sebelum merespons perilaku yang muncul di kelas. Misalnya, ketika ada peserta didik yang tiba-tiba diam dan menolak mengerjakan tugas, saya tidak langsung menegur, melainkan mendekati dengan sikap empati untuk memahami apa yang sedang ia rasakan.
Contoh Jawaban 2
Peserta didik cenderung menggunakan nada menuduh saat berkonflik dengan teman sebaya. Sebagai guru, saya dapat melatih mereka menggunakan kerangka kalimat sederhana yang terdiri dari beberapa unsur berikut:
Perasaan yang dialami
Situasi yang memicu
Alasan di balik perasaan tersebut
Solusi yang dibutuhkan
Contoh Jawaban 3
Peserta didik sering merespon situasi secara negatif karena belum mengenal nama dari perasaan yang dialami. Saya dapat membantu mereka melalui kegiatan check-in emosi di awal pembelajaran melalui media roda emosi atau papan termometer perasaan. Peserta didik diajak menunjuk gambar atau warna yang mewakili perasaannya sehingga mereka lebih mudah mengelola emosi ketimbang langsung bertindak agresif.
Contoh Jawaban 4
Peserta didik sering mengekspresikan emosi negatif ketika merasa tidak didengar. Oleh karena itu, saya memisahkan antara perasaan yang valid dan perilaku yang bisa saja keliru dengan menyampaikan empati terlebih dahulu sebelum memberikan konsekuensi. Saya tetap mengakui rasa kesal atau marah yang dirasakan peserta didik, meski tetap mengoreksi perilaku yang menyertainya, seperti memukul teman.
Contoh Jawaban 5
Saya menyadari bahwa respon paling positif terhadap emosi yang meluap terkadang berupa jeda sementara dari situasi yang memicu. Oleh karena itu, saya menyediakan area khusus di kelas yang dilengkapi alat bantu regulasi sensorik, seperti kertas coret atau bola remas, sebagai sarana bagi peserta didik untuk menenangkan diri secara mandiri sebelum kembali bergabung dengan kegiatan pembelajaran.
(FHK)
Baca juga: Cara Peserta Didik Mempersiapkan Diri agar Sesuai dengan Profil Lulusan
