Konten dari Pengguna

Bagaimana Mendefinisikan Kompetensi Karyawan Berdasarkan pada Perangkat Kerja?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pekerja. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pekerja. Foto: Shutterstock

Kompetensi karyawan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Kompetensi ini menggambarkan sejauh mana seseorang mampu menghadapi tantangan kerja serta mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.

Dalam dunia kerja, kompetensi karyawan perlu diukur dan dievaluasi secara berkala agar tetap selaras dengan kebutuhan organisasi yang terus berkembang. Penilaian ini dapat dilakukan melalui perangkat kerja yang digunakan untuk melihat kemampuan karyawan dalam memenuhi standar pekerjaan.

Melalui pendekatan berbasis perangkat kerja tersebut, perusahaan dapat menyusun profil kompetensi karyawan yang lebih relevan dengan kebutuhan SDM. Lantas, bagaimana proses pemetaan untuk mendukung kesiapan sumber daya manusia di perusahaan? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Cara Memetakan Profil Karyawan Berdasarkan Perangkat Kerja

Ilustrasi Pekerja Kantoran. Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman AG5 dan TalentClick, berikut beberapa cara memetakan profil kompetensi karyawan berdasarkan perangkat kerjanya:

1. Menyusun dan Memilih Kompetensi Berdasarkan Perangkat Kerja

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat daftar kompetensi yang relevan dengan pekerjaan serta perangkat kerja yang digunakan karyawan.

Perusahaan dapat menentukan kompetensi utama berdasarkan kemampuan karyawan dalam mengoperasikan alat, teknologi, sistem, maupun aplikasi kerja yang mendukung aktivitas pekerjaan.

2. Menentukan Indikator Perilaku yang Relevan

Setelah kompetensi utama ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan indikator perilaku untuk setiap kompetensi. Indikator perilaku merupakan gambaran sikap atau tindakan yang dapat diamati sebagai bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi tertentu.

Sebagai contoh, karyawan dengan kemampuan komunikasi yang baik tidak hanya mampu menyampaikan ide dengan jelas, tetapi juga dapat memanfaatkan data dan perangkat kerja untuk mendukung informasi yang disampaikan. Karena itu, perlu dibuat indikator perilaku yang jelas agar kemampuan tersebut mudah dinilai dalam pekerjaan sehari-hari.

3. Berdiskusi dengan Karyawan

Ilustrasi Karyawan. Foto: Shutterstock

Perusahaan juga perlu melakukan diskusi dengan karyawan terkait penguasaan dan pengembangan kompetensi baru. Diskusi dapat dilakukan melalui beberapa metode berikut:

  • Wawancara terstruktur: menggunakan daftar pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya.

  • Wawancara tidak terstruktur: dilakukan secara spontan, fleksibel dan terbuka sesuai kondisi tertentu.

  • Wawancara perilaku: berfokus pada pengalaman kerja sebelumnya menggunakan teknik STARRT (Situation, Task, Action, Result, Reflection, Transfer).

Melalui metode tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran lebih mendalam mengenai pengalaman dan kemampuan karyawan.

4. Menilai Tingkat Kompetensi Saat Ini

Setelah kompetensi dan indikator perilaku ditentukan, perusahaan perlu menilai tingkat kompetensi yang dimiliki setiap karyawan. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang sudah dimiliki maupun yang masih perlu ditingkatkan.

Penilaian dapat dilakukan melalui beberapa metode berikut:

  1. Assessment center

  2. Development center

  3. Tes praktik

  4. Tes tertulis

5. Melakukan Evaluasi dan Memberikan Umpan Balik

Setelah seluruh data kompetensi terkumpul, perusahaan perlu melakukan evaluasi sekaligus memberikan umpan balik kepada karyawan. Hal ini bertujuan agar karyawan memahami kompetensi yang sudah dikuasai dengan baik dan kompetensi yang masih perlu dikembangkan.

Umpan balik dapat diberikan melalui penilaian kinerja rutin atau metode situational competence profiling yang memberikan gambaran kondisi kompetensi secara menyeluruh.

Baca Juga: 8 Skill yang Harus Dimiliki Fresh Graduate Agar Tembus Dunia Kerja

(ANB)