Konten dari Pengguna

Bagaimana Pendapat Bapak/Ibu Terhadap Sistem Penyelenggaraan Ujian Tertulis?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Guru di Sekolah. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Guru di Sekolah. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock

Pelaksanaan Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) tahun 2025 dilaksanakan pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2025. Dalam ujian ini, guru tidak hanya dinilai pada aspek pengetahuan akademik dan pedagogik, tetapi juga diminta menulis uraian reflektif berbasis studi kasus.

Salah satu bentuk soal yang diberikan adalah pertanyaan reflektif dengan bunyi: “Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terhadap sistem penyelenggaraan ujian tertulis saat ini?”.

Pertanyaan ini bertujuan ntuk memahami sudut pandang guru terhadap penyelenggaraan UTBK, mulai dari tingkat keberhasilan sistem, kemudahan pelaksanaan, hingga tantangan teknis yang dihadapi. Sebagai referensi, berikut contoh jawaban yang dapat dijadikan acuan.

Bagaimana Pendapat Bapak/Ibu Terhadap Sistem Penyelenggaraan Ujian Tertulis Saat Ini?

Ilustrasi Guru Mengajar. Foto: Kemendikdasmen

Pelaksanaan ujian tertulis berbasis CBT memiliki kelebihan sekaligus tantangan bagi peserta. Untuk memberikan gambaran, berikut contoh jawabannya.

Kelebihan Sistem Ujian Tertulis CBT

Mengutip laman SMP Negeri Pangandaran, inilah beberapa manfaat pelaksanaan ujian PPG dengan menggunakan sistem CBT:

  • Lebih Praktis dan Efisien Bagi Peserta

Guru tidak perlu mengisi lembar jawaban secara manual atau khawatir salah menuliskan identitas. Semua jawaban diinput langsung ke sistem, sehingga pelaksanaan ujian terasa lebih sederhana dan cepat.

  • Meningkatkan Konsentrasi Peserta

Soal yang tersaji dalam tampilan digital lebih rapi dan terstruktur. Hal ini membuat guru fokus menjawab pertanyaan tanpa gangguan administratif seperti mengganti lembar jawaban.

  • Proses Penilaian Lebih Cepat dan Akurat

Karena sistem memproses jawaban secara otomatis, hasil ujian dapat diketahui lebih cepat. Ini meminimalisir kesalahan koreksi manual dan memberikan transparansi kepada peserta.

  • Fleksibilitas Lokasi Bagi Guru dari Berbagai Daerah

Dengan CBT, ujian dapat dilaksanakan di berbagai titik lokasi tanpa harus memusatkan guru di satu tempat. Integrasi dengan platform resmi Kemendikbud juga memudahkan guru dari daerah terpencil untuk tetap mengikuti ujian.

Kekurangan Sistem Ujian Tertulis CBT

Ilustrasi Guru Mengikuti PPG. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sistem CBT pada PPG 2025 memang menghadirkan kemajuan besar dalam efisiensi dan pengawasan. Namun, ada beberapa tantangan yang masih dirasakan oleh sebagian peserta, di antaranya:

  • Risiko Gangguan Teknis

Adanya kemungkinan komputer error, sistem gagal diakses, atau perangkat mendadak bermasalah dapat membuat peserta panik, stres, dan kehilangan fokus selama ujian berlangsung.

  • Keterampilan Teknologi Menjadi Tantangan

Peserta ujian wajib memahami cara mengoperasikan komputer atau laptop. Bagi guru yang belum terbiasa dengan teknologi, hal ini bisa menimbulkan tekanan tambahan.

  • Penundaan Akibat Kendala Sistem

Jika terjadi error pada sistem CBT atau gangguan server, pelaksanaan ujian terpaksa harus dihentikan sementara atau dijadwalkan ulang. Tentunya hal ini akan memengaruhi kelancaran program.

Studi Kasus di Lapangan

Guru menyampaikan materi pelajaran. Foto: Ardiansyah/ANTARA FOTO

Berikut contoh studi kasus mengenai pengalaman peserta terhadap sistem CBT pada Ujian Tertulis PPG, yang dikutip dari kanal YouTube Belajar Guru:

"Selama pelaksanaan UTBK, saya merasa cukup nyaman dengan hadirnya sistem CBT ini, karena lebih praktis dan efisien. Ujian berbasis online juga bisa menghemat waktu karena penilaian dilakukan oleh sistem.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Beberapa peserta mengeluhkan kendala teknis seperti gagal login, validasi dokumen yang tertunda, hingga kebutuhan perangkat dengan spesifikasi tinggi yang tak selalu mudah dipenuhi."

Rekomendasi untuk Penyempurnaan Sistem Ujian

Ilustrasi Guru Mengajar. Foto: Kemendikdasmen

Berdasarkan masukan peserta dan temuan di lapangan, berikut contoh jawaban terkait langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan mutu pelaksanaan ujian.

“Sebagai langkah perbaikan, saya menyarankan agar disediakan layanan bantuan daring 24 jam dengan panduan yang mudah dipahami, diadakan simulasi CBT berskala nasional, dan ada petugas pendamping di LPTK untuk mengatasi kendala teknis saat ujian,”

Baca Juga: Soal Try Out PPG 2025 PGSD beserta Kunci Jawabannya

(ANB)