Bagaimana Penulisan Yth yang Benar dalam Surat Menyurat?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam menulis surat, ada kalanya kita melakukan berbagai kesalahan pada beberapa bagian, terutama singkatan di bagian alamat. Selain itu, tak jarang orang menggunakan bahasa yang tidak baku pada penulisan surat resmi.
Maka dari itu, sebelum menulis surat, wajib untuk terlebih dahulu memperhatikan kaidah-kaidahnya agar tidak keliru. Hal itu berguna agar si penerima surat tidak bingung saat membaca surat yang dikirimkan.
Lantas, seperti apa cara penulisan alamat surat yang benar? Simak penjelasannya berikut ini.
Bagaimana Penulisan Yth yang Benar?
Dikutip dari buku Penggunaan Ejaan Bahaa Indonesia dalam Surat Dinas oleh Ruslan, S.Pd., M.Pd, masih banyak orang yang menulis singkatan “Yang Terhormat” dengan tulisan ‘Yth,’. Padahal, cara penulisan yth yang benar, yakni cukup dengan menulis ‘Yth.’ dengan huruf awal kapital dan diakhiri dengan titik.
Meski begitu, perlu diingat bahwa penggunaan kata ‘kepada’ sebelum ‘Yth.’ tidak diperlukan. Kata ‘kepada’ berfungsi sebagai penghubung antar-bagian kalimat yang menyatakan arah. Terlebih jika alamat pengirim tidak didahului oleh kata ‘dari’, yang berfungsi sebagai penghubung antar bagian kalimat yang menyatakan asal.
Baca juga: Pengertian Surat Lamaran Kerja Pabrik dan Contohnya
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menulis Alamat Surat
Selain penulisan ‘Yth.’, masih ada beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan agar tidak ada kesalahan dalam menulis alamat surat. Dikutip dari buku Surat Menyurat dalam Bahasa Indonesia oleh Lukman Ali, inillah cara penulisan alamat surat yang benar.
Penulisan nama penerima harus lengkap.
Nama diri penerima wajib harus diawali huruf kapital pada setiap unsurnya. Artinya, penggunaan huruf besar pada seluruh huruf tidak dianjurkan. Misalnya, yang benar adalah ‘Joko Widodo’, bukan ‘JOKO WIDODO’.
Kata sapaan seperti ‘ibu’, ‘bapak’, dan ‘saudara’ digunakan pada alamat surat sebelum nama penerima surat. Jika kata ‘bapak’ digunakan pada awal nama penerima, penulisannya menjadi ‘Bapak’ dengan penulisan huruf kapital di awal kata tanpa diikuti titik maupun tanda baca lainnya.
Kata ‘saudara’ cukup ditulis menjadi ‘Sdr.’ menggunakan huruf kapital di awal kata dan diakhiri dengan titik. Sementara untuk ‘ibu’, ditulis secara penuh dengan huruf kapital di awal kata tanpa diakhiri tanda titik maupun tanda baca lainnya.
Apabila nama penerima memiliki gelar akademik atau pangkat, kata sapaan seperti ‘Ibu’, ‘Bapak’, dan ‘Sdr.’ tidak digunakan.
Jika yang dituju berupa nama jabatan dari penerima, kata sapaan tidak digunakan.
Kata ‘jalan’ pada alamat surat tidak disingkat dan ditulis penuh dengan huruf kapital di awal kata tanpa diakhiri titik maupun titik dua. Jadi, tidak disarankan untuk menulis kata ‘jalan’ dengan ‘jln’.
Nama jalan atau gang, nomor, RT, dan RW ditulis lengkap diawali dengan huruf kapital setiap unsur alamat. Sementara, nama kota atau wilayah yang mencantumkan nama provinsi, tidak ditulis dengan huruf kapital seluruhnya, tetapi hanya di awal kata.
Selain itu, tidak digarisbawahi dan tidak diakhiri tanda baca apa pun, seperti tanda titik dan tanda hubung.
Nama alamat penerima merupakan nama seseorang disertai nama jabatannya. Penulisan nama alamat penerima juga bisa dicantumkan nama jabatannya saja, asalkan bukan nama instansinya.
Berikut contoh penulisan yang tidak dianjurkan:
KEPADA
Yth. Bpk. SUDIRMAN
Kepala Biro Tata Usaha
Departemen B
JAKARTA
Sementara untuk penulisan alamat surat yang benar adalah sebagai berikut:
Yth. Bapak Sudirman
Kepala Biro Tata Usaha
Departemen A
Jalan Sarlitan Raya 17
Jakarta
Baca juga: 18 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah yang Bisa Dijadikan Referensi
(ANF)
Frequently Asked Question Section
Mengapa tidak boleh ada kesalahan saat menulis surat?

Mengapa tidak boleh ada kesalahan saat menulis surat?
Hal itu berguna agar si penerima surat tidak bingung saat membaca surat yang telah dikirimkan.
Bagaimana penulisan kata 'saudara' yang benar di surat?

Bagaimana penulisan kata 'saudara' yang benar di surat?
Kata ‘saudara’ cukup ditulis menjadi ‘Sdr.’ menggunakan huruf kapital di awal kata dan diakhiri dengan titik.
Apakah boleh menyingkat kata 'jalan' menjadi 'jln'?

Apakah boleh menyingkat kata 'jalan' menjadi 'jln'?
Kata ‘jalan’ pada alamat surat tidak disingkat dan ditulis penuh dengan huruf kapital di awal kata tanpa diakhiri titik maupun titik dua.
