Bagaimana Sebaiknya Mengatasi Konflik dengan Pasangan? Ini 5 Tipsnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konflik dalam hubungan romantis adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, yang menentukan langgeng tidaknya suatu hubungan bukan seberapa sering konflik terjadi, melainkan seberapa piawai pasangan menyelesaikannya.
Karena itu, memahami bagaimana sebaiknya mengatasi konflik dengan pasangan menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki. Simak tips selengkapnya berikut ini!
Bagaimana Sebaiknya Mengatasi Konflik dengan Pasangan?
Dirangkum dari buku Kecerdasan Emosional dalam Cinta dan Hubungan Romantis (2024) oleh Adriano Leonel dan laman Abby Medcalf PHD, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi konflik dengan pasangan.
1. Kendalikan Diri Sebelum Bicara
Pastikan emosi sudah cukup stabil sebelum memulai percakapan. Melakukan diskusi masih dalam kondisi cemas atau marah justru akan memperburuk situasi karena pasangan dapat ikut merasakan energi negatif tersebut.
Selain itu, waktu bicara juga perlu diperhatikan. Pertengkaran yang terjadi saat salah satu pihak kelelahan atau larut malam jarang menghasilkan penyelesaian. Lebih baik menunda diskusi hingga kedua pihak berada dalam kondisi tenang.
2. Fokus pada Masalah, Bukan pada Orangnya
Salah satu kesalahan umum saat bertengkar adalah beralih dari membahas masalah ke menyerang karakter pasangan. Kalimat seperti "kamu selalu melakukan ini" atau "kamu tidak pernah peduli" menciptakan suasana tuduhan yang memancing sikap defensif dan memperkeruh suasana.
Sebaiknya gunakan kalimat yang berpusat pada perasaan diri sendiri. Contohnya, mengubah "kamu tidak peduli padaku" menjadi "aku merasa diabaikan saat hal itu terjadi". Contoh ini menghilangkan nada menyalahkan dan membuat pasangan lebih mudah menerima pesan yang ingin disampaikan.
3. Dengarkan untuk Memahami
Mendengarkan secara aktif bukan berarti hanya diam menunggu giliran bicara, melainkan benar-benar memperhatikan apa yang disampaikan pasangan dan mencoba memahami maksud di balik kata-katanya. Caranya dengan mengulang kembali apa yang baru saja dikatakan pasangan, lalu memastikan apakah pemahaman tersebut sudah benar.
4. Cari Solusi Bersama
Pendekatan terbaik dalam menyelesaikan perselisihan adalah dengan mengubah pola pikir dari "aku vs kamu" menjadi "kita vs masalah." Artinya, kedua pihak bekerja sama untuk menemukan solusi ideal. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencapai solusi bersama di antaranya:
Sepakati terlebih dahulu bahwa tujuan diskusi adalah mencari jalan keluar, bukan membuktikan siapa yang benar.
Hindari membawa masalah lain yang tidak berkaitan dengan isu yang sedang dibahas.
Beri ruang bagi pasangan untuk berbicara tanpa disela.
5. Bangun Kembali Kepercayaan Setelah Konflik Selesai
Menyelesaikan konflik bukan berarti hubungan langsung kembali seperti semula. Ada proses pemulihan yang perlu dilalui, apalagi jika perselisihan yang terjadi cukup intens.
Kepercayaan tidak bisa dipulihkan hanya dengan satu permintaan maaf, melainkan melalui tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu. Beberapa langkah yang bisa dilakukan di antaranya:
Bersikap transparan soal perasaan dan niat, karena kebohongan sekecil apa pun bisa merusak kepercayaan yang sedang dibangun kembali.
Tunjukkan perubahan lewat tindakan nyata, bukan sekadar janji.
Ingatkan pasangan tentang komitmen dan keinginan untuk menjaga hubungan tetap berjalan baik.
Baca juga: Faktor-Faktor Fundamental Apa Saja yang Menyebabkan Perubahan Sosial?
(FHK)
