Bagaimana Strategi Internalisasi Nilai Agar Siswa Memiliki Sikap Toleransi?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pembelajaran mandiri di platform Ruang GTK, peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) akan mempelajari Modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai (FPPN) Topik 2. Pada setiap sub materinya, peserta akan mengerjakan soal Latihan Pemahaman sebagai bagian dari evaluasi.
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah, "Seorang guru menghadapi kelas dengan beragam latar belakang budaya. Bagaimana strategi internalisasi nilai yang dapat diterapkan agar peserta didik memiliki sikap toleransi?" Jika butuh referensi jawaban, simak artikel berikut ini.
Seorang Guru Menghadapi Kelas dengan Beragam Latar Belakang Budaya. Bagaimana Strategi Internalisasi Nilai yang Dapat Diterapkan agar Peserta Didik Memiliki Sikap Toleransi?
Pertanyaan di atas adalah bagian dari Latihan Pemahaman Modul 3 FFPN Topik 2 materi Strategi Internalisasi dan Pengembangan Nilai dalam Pembelajaran. Dirangkum dari unggahan di kanal YouTube Pak Guru Wali, berikut kunci jawaban yang bisa dijadikan referensi.
1. Seorang guru menghadapi kelas dengan beragam latar belakang budaya. Bagaimana strategi internalisasi nilai yang dapat diterapkan agar peserta didik memiliki sikap toleransi?
A. Menyediakan materi pelajaran yang sama tanpa memperhatikan latar belakang budaya siswa.
B. Mengadakan diskusi dan kegiatan berbasis kolaborasi antar siswa dari berbagai latar belakang.
C. Menghindari topik keberagaman agar tidak terjadi konflik di kelas.
D. Memaksa siswa untuk mengikuti satu budaya tertentu yang dianggap dominan.
E. Mengajarkan toleransi hanya dalam mata pelajaran agama tanpa penerapan dalam kehidupan sekolah.
Jawaban: B. Mengadakan diskusi dan kegiatan berbasis kolaborasi antar siswa dari berbagai latar belakang.
2. Sebutkan dua strategi utama dalam menginternalisasi nilai dalam pembelajaran!
A. Ceramah panjang dan ujian tertulis
B. Pembelajaran berbasis pengalaman dan keteladanan guru
C. Memberikan tugas rumah dan ujian akademik ketat
D. Hanya mengajarkan nilai melalui pelajaran agama
E. Mempertanyak kegiatan ekstrakurikuler tanpa pengawasan
Jawaban: B. Pembelajaran berbasis pengalaman dan keteladanan guru
Cerita Reflektif Modul 3 Topik 2 Strategi Internalisasi dan Pengembangan Nilai dalam Pembelajaran
Setelah menyelesaikan Latihan Pemahaman, guru perlu mengerjakan Cerita Reflektif yang terdiri atas satu soal. Masih mengacu pada sumber yang sama, berikut contoh jawaban yang dapat dijadikan sebagai referensi.
1. Setelah menelaah informasi, lakukan refleksi berdasarkan praktik mengajar Bapak/Ibu di sekolah. Tuliskan jawaban dari pertanyaan berikut:
Bagaimana Bapak/Ibu mengaitkan nilai nasional dan universal dengan konteks sekolah?
Apa pengalaman Bapak/Ibu dalam menerapkan strategi internalisasi nilai dari referensi yang dipelajari?
Apa yang bisa Bapak/Ibu dan sekolah lakukan agar proses ini berjalan efektif?
Contoh Jawaban #1
Saya menghubungkan nilai-nilai nasional dan universal dengan kegiatan sehari-hari di sekolah, misalnya melalui sikap gotong royong, saling menghargai, dan toleransi antarsiswa.
Berdasarkan pengalaman saya, penanaman nilai akan lebih efektif jika dilakukan secara konsisten melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta diskusi yang mendorong peserta didik untuk berefleksi.
Agar proses tersebut berjalan optimal, sekolah perlu membangun budaya positif melalui kerja sama antara guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah, disertai evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Contoh Jawaban #2
Saya menerapkan nilai nasional dan universal dalam lingkungan sekolah melalui pembelajaran, pembiasaan perilaku positif, penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, serta memberikan teladan yang baik kepada peserta didik.
Salah satu penerapannya adalah membiasakan peserta didik berdoa sebelum dan sesudah kegiatan belajar sebagai bentuk penanaman nilai religius yang dilakukan secara rutin.
Saya berupaya menjaga konsistensi dalam menerapkan kebiasaan positif agar dapat menjadi teladan bagi peserta didik dan didukung oleh budaya sekolah yang baik.
Baca juga: Kunci Jawaban PPG 2025 PSE 2 Lengkap
(RK)
