Konten dari Pengguna

Bagaimana Upaya Anda di Kelas dalam Membuat Siswa Belajar Melalui Pengalamannya?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi remaja belajar demi menggapai cita-cita. Foto: Plan International
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi remaja belajar demi menggapai cita-cita. Foto: Plan International

Ketika menjalani proses pembelajaran, guru seringkali dihadapkan dengan sejumlah tantangan. Banyak pula pertanyaan yang muncul, salah satunya yaitu bagaimana upaya Anda di kelas dalam membuat siswa belajar melalui pengalamannya?

Tentu, setiap guru memiliki trik yang berbeda. Umumnya, mereka mengupayakan berbagai cara untuk membuat peserta didiknya dapat belajar lewat pengalamannya masing-masing.

Salah satu metode yang diberlakukan yaitu praktik reflektif, di mana siswa diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi suatu hal. Mereka diberikan ruang yang bebas untuk mengatasi masalahnya sendiri, tanpa bantuan siapapun.

Dengan begitu, siswa akan mempelajari kemampuan problem solving yang baik. Bagi yang membutuhkan trik pengajaran lainnya, simaklah pembahasannya dalam artikel berikut.

Upaya di Kelas dalam Membuat Siswa Belajar Melalui Pengalamannya

Ilustrasi anak bermain handphone di sekolah. Foto: Shutterstock

Banyak metode pengajaran yang dapat memancing kemampuan siswa untuk belajar dari pengalamannya. Agar hasilnya maksimal, perlu sinergi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran tersebut.

Mengutip laman Serc Carleton, guru dapat mengajarkan pemikiran reflektif bagi siswa untuk menulis atau mendiskusikan pengalamannya. Bukan hanya kecerdasan siswa yang terlibat, tetapi juga inderanya, perasaannya, dan kepribadiannya.

Guru bisa memakai teori-teori yang ia kuasai dalam mengupayakan pembelajaran ini. Dijelaskan dalam laman Outlife, ada empat tahapan yang mesti dilalui dalam proses pembelajaran berdasarkan pengalaman ini, yakni:

1. Pengalaman Konkret

Pengalaman konkret menggambarkan pengalaman langsung yang siswa pelajari. Di sinilah siswa dapat mencoba hal-hal baru, menghadapi masalah, dan keluar dari zona nyaman.

Pengalaman ini bisa berupa apa saja dalam kehidupan pribadi atau profesional siswa. Guru dapat mengajarkan siswa untuk belajar dari keberhasilan atau kegagalan yang dialaminya.

Ilustrasi anak belajar baca, tulis, dan berhitung (Calistung). Foto: Kdonmuang/Shutterstock

2. Observasi Reflektif

Selanjutnya, guru perlu mengajarkan siswa untuk melakukan refleksi diri. Sehingga, siswa bisa belajar dari pengalamannya. Pada tahap ini pula siswa dapat merenungkan pengalaman pribadinya.

Siswa bisa memikirkan apa yang sudah benar dan apa yang mungkin diperbaiki. Siswa berkesempatan untuk mengamati bagaimana suatu hal dapat dilakukan dengan sudut pandang yang berbeda.

3. Konseptualisasi Abstrak

Setelah siswa mampu mengidentifikasi dan memahami karakteristik dari pengalamannya, ia dapat memutuskan apa yang dapat dilakukan secara benar. Ini adalah waktu yang tepat untuk merencanakan langkah-langkah menuju kesuksesan pembelajarannya.

4. Eksperimen Aktif

Fase ini memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan ide-ide yang dimilikinya. Sehingga, siswa pun dapat menguji rencana tindakannya di dunia nyata.

(MSD)