Bahan Linen: Sejarah, Jenis, dan Cara Merawatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Ada banyak pilihan jenis bahan yang tersedia di pasaran saat ini untuk membuat pakaian. Salah satunya adalah bahan linen yang terbuat dari serat tumbuhan linen.
Dalam industri tekstil di Indonesia, bahan linen tergolong sebagai kain yang cukup populer dan mudah ditemukan. Dalam skala internasional, bahan linen tergolong sebagai kain tertua di dunia.
Sebagai tambahan informasi, simak bagaimana sejarah, jenis dan cara merawat bahan linen berikut ini.
Sejarah dan Jenis Bahan Linen
Dirangkum dari Panduan Terampil Menjahit, bahan linen terbuat dari serat tumbuhan flaks. Linen berasal dari 8000 SM, dimana fragmen serat, benang, dan berbagai kain lainnya ditemukan di danau Swiss.
Pada zaman Mesir Kuno, linen digunakan untuk membalut mumi sebagai tanda kemurnian dan kekayaan. Selanjutnya, bahan linen terus dijadikan sebagai bahan utama pembuatan pakaian di Timur Tengah selama ribuan tahun.
Penggunaan bahan linen menyebar ke belahan dunia bagian Barat. Masyarakat di sana menjadikan bahan linen untuk mana biasanya pakaian dalam, pakaian tidur, sprei, serbet, dan lainnya.
Dikutip dari laman Gazman, linen merupakan serat alami yang sangat kuat dan tahan lama. Bahan linen bersifat sejuk dan menyerap keringat, sehingga cocok digunakan pada saat udara sedang panas. Linen kerap digabungkan dengan bahan lainnya agar tidak mudah kusut.
Jenis-Jenis Bahan Linen
Ada dua jenis bahan linen jika mengacu pada buku Teknologi Busana, yaitu:
Linen Murni: Memiliki sifat yang kuat dan mudah menyerap. Bahan jenis ini mudah dijahit, sehingga sangat cocok untuk dibuat menjadi kemeja dan rok.
Campuran linen dan sutra: Memiliki tekstur yang mengkilap dan padat. Bahan ini cocok untuk pembuatan gaun dan rok.
Cara Merawat Bahan Linen
Merujuk pada laman Linen Tales, meskipun bahan linen mudah kusut, namun bahan ini tidak memerlukan perawatan khusus. Bahan linen dapat dibersihkan dengan mesin cuci atau tangan. Bahan ini lebih cepat kering dibandingkan kebanyakan bahan lainnya.
Mencuci Bahan Linen
Mencuci bahan linen harus menggunakan suhu 40 derajat celcius. Jika ada beberapa noda, Anda dapat meningkatkan suhu hingga 60 derajat celcius. Namun, jangan terlalu sering menggunakan suhu tinggi saat mencucinya karena bahan linen cenderung menyusut.
Bahan linen harus dicuci secara terpisah dari kain dengan warna lain.
Untuk kain yang halus, disarankan memilih deterjen dengan bahan yang lembut dan netral.
Hindari deterjen dengan campuran pemutih dan jangan menaruhnya secara langsung pada kain.
Deterjen harus sepenuhnya dibilas setelah dicuci.
Mengeringkan Bahan Linen
Untuk hasil terbaik, bahan linen dapat disetrika saat masih agak lembab.
Gunakan suhu dan uap yang sedang atau tinggi.
Setrika di sisi sebaliknya.
Jika Anda menyukai tampilan linen yang alami dengan sedikit kerutan, Anda boleh melewati proses menyetrika. Menyemprotkan sedikit air pada bahan akan membantu untuk meratakan linen. Cukup letakkan bahan linen di permukaan yang rata, semprotkan air, dan ratakan, lalu biarkan hingga kering.
Frequently Asked Question Section
Apakah bahan linen boleh dicuci?

Apakah bahan linen boleh dicuci?
Boleh, tapi harus menggunakan suhu 40 derajat celcius.
Apakah bahan linen panas saat digunakan?

Apakah bahan linen panas saat digunakan?
Bahan linen bersifat sejuk dan mampu menyerap keringat, sehingga cocok digunakan pada udara panas.
Apakah bahan linen perlu perawatan khusus?

Apakah bahan linen perlu perawatan khusus?
Bahan linen tidak memerlukan perawatan yang khusus. Bahan linen dapat dibersihkan menggunakan mesin cuci atau tangan dengan deterjen biasa.
(ANS)
