Konten dari Pengguna

Batas Tempat Mengenakan Pakaian Ihram untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pakaian ihram saat haji (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pakaian ihram saat haji (Sumber: Pixabay)

Saat sedang menunaikan haji, umat Muslim diwajibkan untuk memakai baju ihram. Ada sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan, termasuk batas tempat mengenakan pakaian ihram untuk melaksanakan ibadah haji yang disebut miqat makani.

Selain miqat makani, ada pula istilah miqat zamani, yakni ketentuan waktu untuk melaksanakan haji, yang dimulai sejak 1 Syawal hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak uraian di bawah ini.

Macam-macam Miqat

Ilustrasi pakaian ihram saat haji (Sumber: Pixabay)

Mengutip dari Buku Induk Fikih Islam Nusantara oleh K.H. Imaduddin Utsman al-Bantanie, miqat merupakan batas tempat atau waktu untuk memulai berihram dalam pelaksanaan haji. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai miqat zamani dan miqat makani.

1. Miqat Zamani

Miqat zamani adalah penentuan waktu untuk melakukan ibadah haji. Berdasarkan kesepakatan para ulama yang bersumber dari Rasulullah SAW, miqat zamani jatuh pada bulan Syawal, Dzulqa'dah, hingga 10 Dzulhijjah. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 189:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِىَ مَوَٰقِيتُ لِلنَّاسِ وَٱلْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ ٱلْبِرُّ بِأَن تَأْتُوا۟ ٱلْبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا۟ ٱلْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَٰبِهَا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Baca juga: Menag Lepas Keberangkatan 388 Jemaah Haji Kloter Pertama di Bandara Soetta

2. Miqat Makani

Miqat makani adalah tempat berihram bagi orang yang ingin melaksanakan haji atau umrah. Orang yang melaksanakan ibadah haji atau umrah tidak boleh melewati tempat-tempat ihram tanpa berihram di sana.

Mengutip buku Fiqih Sunnah 3 karya Sayyid Sabiq, Rasulullah telah menetapkan di mana saja tempat untuk berihram.

  • Tempat berihram para penduduk Madinah adalah Dzulhulaifah, berlokasi di sebelah utara 450 km dari kota Makkah.

  • Miqat bagi penduduk syam adalah Juhfah (187 km dari kota Makkahdan berada di sebelah barat laut). Letak Juhfah berdekatan dengan Rabig, di mana jarak antara Rabig dan Makkah adalah 204 km.

  • Miqat bagi penduduk Yaman adalah Yalamlam yang terletak di selatan Makkah. Jaraknya dengan Kota Suci sebesar 54 km.

  • Miqat bagi penduduk Irak adalah Dzatu I’rq yang terletak di sebelah timur laut Makkah. Jaraknya dari Makkah adalah 94 km.

Itulah beberapa miqat makani yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Miqat-miqat tersebut ditetapkan bagi orang-orang yang melaluinya, baik yang berasal dari daerah bersangkutan maupun daerah lain yang searah dengan tempat miqat tersebut. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Miqat-miqat itu adalah untuk penduduk tempat tersebut dan orang yang melewatinya ketika hendak melaksanakan haji atau umrah.” (HR. Bukhari)

Baca juga: Jemaah Haji Tak Perlu Urus Koper Sendiri di Bandara, Langsung Diantar ke Hotel

Frequently Asked Question Section

Apa itu miqat zamani?
chevron-down

Miqat zamani adalah penentuan waktu untuk melakukan ibadah haji.

Apa hukum memakai baju ihram saat menunaikan haji?
chevron-down

Hukum mengenakan baju ihram saat menunaikan ibadah haji adalah wajib.

Di mana miqat para penduduk Madinah?
chevron-down

Dzulhulaifah yang berlokasi di sebelah utara 450 km dari kota Makkah.

(ANF)