Batas Waktu Sholat Tahajud yang Disunahkan di Sepertiga Malam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat tahajud merupakan sholat sunah yang dikerjakan setelah tidur di malam hari walaupun hanya sejenak. Sholat sunah satu ini sebaiknya dikerjakan di sepertiga malam hari.
Rakaat sholat Tahajud berjumlah genap dengan minimal dua rakaat. Sholat tahajud sendiri memiliki keistimewaan. Disebutkan dalam Alquran, seseorang yang mengerjakan sholat tahajud akan diangkat derajatnya ke tempat terpuji di mata Allah SWT.
Namun, tak banyak yang tahu akan batasan dari sepertiga malam waktu sholat tahajud yang dituliskan dalam Alquran dan sunah. Berikut beberapa batas waktu sholat tahajud yang disunahkan.
Sepertiga Malam Pertama
Sholat tahajud dapat dikerjakan pada waktu sepertiga malam pertama. Rentang waktu ini adalah setelah sholat isya hingga pukul 22.00. Tetapi, sholat tahajud tetap harus didahului dengan tidur meski hanya sejenak.
Sepertiga Malam Kedua
Sepertiga malam kedua menjadi salah satu waktu terbaik untuk menjalankan sholat tahajud. Rentang waktu ini pada pukul 22.00 hingga 01.00. Waktu ini dianggap memiliki keistimewaan tersendiri sehingga waktu sholat tahajud ini sulit diterapkan karena kebanyakan orang akan sulit terbangun dari tidur.
Sepertiga Malam Terakhir
Waktu ini merupakan waktu yang paling utama bagi dilakukannya sholat tahajud. Jika direntangkan, waktu sepertiga malam terakhir itu antara pukul 01.00 hingga sebelum memasuki waktu subuh. Ada juga yang beranggapan waktu ini mustajab untuk berdoa agar dapat dikabulkan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah Salallahualahi Wasallam bersabda:
“Setiap malam Allah SWT turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata,” Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang dia minta? Adakah hamba-Ku yang berdoa hingga pasti Aku kabulkan doanya? Adakah hamba-Ku yang beristighfar sehingga Aku ampuni dosanya?”
(VIO)
