Beasiswa Keolahragaan 2026: Komponen Pembiayaan, Syarat, dan Tahapan Pendaftaran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka program Beasiswa Keolahragaan 2026. Program ini ditujukan bagi olahragawan, mantan olahragawan, dan tenaga keolahragaan yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Dikutip dari pedoman resmi Kemenpora, beasiswa ini hadir sebagai bentuk komitmen negara dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga. Jika ingin mendaftar, simak informasi selengkapnya berikut ini!
Jalur dan Sasaran Penerima Beasiswa Keolahragaan 2026
Mengutip dari laman LPDP, program Beasiswa Keolahragaan 2026 dibagi menjadi dua jalur utama, yaitu:
Jalur Peningkatan Prestasi yang ditujukan bagi warga negara Indonesia yang bergerak di bidang keolahragaan secara umum.
Jalur Penghargaan Prestasi yang khusus diberikan kepada olahragawan dan mantan olahragawan elit dengan prestasi kelas dunia.
Kedua jalur ini akan memberikan pendanaan untuk program magister dengan durasi maksimal 24 bulan dan program doktor maksimal 48 bulan. Perguruan tinggi tujuan harus sesuai dengan daftar perguruan tinggi LPDP Afirmasi yang bisa dilihat di laman LPDP.
Di sisi lain, berikut adalah kelompok sasaran yang berhak mendaftar program beasiswa ini di antaranya:
Olahragawan dan Mantan Olahragawan: Syarat utamanya adalah pernah mencatatkan diri sebagai Juara 1, 2, atau 3 pada pekan atau kejuaraan olahraga prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional .
Tenaga Keolahragaan Teknis: Kelompok ini meliputi profesi yang terlibat langsung dalam pertandingan atau pembinaan teknis, seperti Pelatih, Asisten Pelatih, Wasit, Juri, Manajer, Promotor, dan Instruktur Olahraga.
Tenaga Pendukung Medis dan Psikologis: Mencakup tenaga ahli yang mendukung performa atlet dari sisi kesehatan dan mental, seperti Dokter Olahraga, Psikolog Olahraga, Ahli Gizi (Nutrisionis) Olahraga, Fisioterapis, Perawat, dan Sport Masseur.
Tenaga Keolahragaan Sains dan Manajemen: Seperti Peneliti Keolahragaan, Analis Performa, Ahli Biomekanika, Administrator, dan Pengembang Kebijakan Olahraga Prestasi.
Rincian Komponen Pembiayaan Beasiswa Keolahragaan 2026
Komponen pembiayaan beasiswa ini bersifat penuh atau fully funded. Pembiayaannya dibagi menjadi dua kategori untuk menjamin kelancaran studi penerima beasiswa, yaitu:
Biaya Pendidikan
Biaya pendaftaran dan biaya SPP atau Uang Kuliah Tunggal.
Tunjangan buku untuk mendukung referensi perkuliahan.
Dana penelitian tesis atau disertasi bagi mahasiswa tingkat akhir.
Biaya seminar internasional dan dana publikasi jurnal internasional untuk pengembangan akademik.
Biaya Pendukung
Biaya transportasi dan dana kedatangan saat pertama kali tiba di lokasi studi.
Biaya aplikasi visa bagi yang studi di luar negeri.
Asuransi kesehatan dan dana hidup bulanan untuk kebutuhan sehari-hari.
Tunjangan keluarga khusus bagi penerima beasiswa jenjang doktor (S3).
Dana keadaan darurat jika diperlukan dan dana pengayaan bahasa khusus untuk jalur penghargaan prestasi.
Syarat dan Dokumen Pendaftaran
Menurut pedoman resmi dari Kemenpora, persyaratan umum dan dokumen yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:
Warga negara Indonesia.
Telah menyelesaikan studi S1/D4 untuk pendaftar magister atau S2 untuk pendaftar doktor.
Jalur Peningkatan Prestasi maksimal berusia 40 tahun untuk Magister dan 45 tahun untuk Doktor.
Jalur Penghargaan Prestasi berusia maksimal 45 tahun untuk Magister dan 50 tahun untuk Doktor.
Pernah meraih medali pada kejuaraan olahraga internasional sesuai kriteria yang ditetapkan.
Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Ijazah dan transkrip nilai terakhir.
Bukti prestasi berupa foto medali atau sertifikat kejuaraan internasional.
Surat keterangan prestasi yang ditandatangani Ketua Umum atau Sekjen KOI/NPCI/IOCO.
Surat pengantar dari organisasi olahraga yang ditandatangani pejabat berwenang.
Surat pernyataan kebenaran dokumen.
Surat rekomendasi dari Kemenpora keluaran sistem SITENOR.
Tahapan Pendaftaran
Mengutip pedoman resmi dari Kemenpora, kandidat harus terlebih dahulu mendaftar di sistem SITENOR (Sistem Tenaga dan Organisasi Keolahragaan) melalui laman sitenor.id. Periode pendaftaran akun dan pembaruan data berlangsung dari 2 Januari hingga 5 Februari 2026.
Sementara itu, pengajuan rekomendasi beasiswa kepada Kemenpora dijadwalkan pada 26 Januari hingga 6 Februari 2026. Pengumuman hasil rekomendasi akan dilakukan pada 9 Februari 2026 melalui laman yang sama.
Setelah mendapat rekomendasi Kemenpora, kandidat harus melanjutkan pendaftaran secara online di situs beasiswalpdp.kemenkeu.go.id. Proses seleksinya meliputi seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan seleksi substansi.
(FHK)
Baca juga: Cara Daftar LPDP 2026 dan Persyaratan yang Perlu Disiapkan
