Konten dari Pengguna

Begini Nasib Kucing Setelah Mati dalam Islam, Akankah Masuk Surga?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kucing. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kucing. Foto: pixabay

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang disukai oleh banyak orang. Dalam Islam, kucing mendapatkan tempat yang istimewa karena termasuk hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW.

Tertulis dalam banyak sumber sejarah bahwa Nabi Muhammad memiliki seekor kucing peliharaan bernama Mueeza. Beliau sangat memanjakannya dan sering menempatkan Mueeza di atas pangkuan.

Mengutip buku The Great Muslimah susunan Fitria Zelfis (2021), dalam salah satu riwayat Ali bin Hasan diceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah membiarkan seekor kucing minum dari bekas wudhunya. Kemudian, beliau menggunakan air tersebut untuk berwudhu kembali.

Ketika sahabat bertanya tentang status air tersebut, Rasulullah menjawab: “Ya Anas, kucing termasuk dalam perhiasan rumah tangga. Ia tidak dikotori sesuatu dan tidak ada najis.”

Kasih sayang Rasulullah terhadap kucing membuat kaum Muslimin juga menyukainya. Jika menjadi hewan kesayangan Rasulullah, apakah kucing juga akan masuk surga? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan mengenai bagaimana nasib kucing setelah mati berikut ini.

Nasib Kucing Setelah Mati dalam Islam

Ilustrasi kucing. Foto: pixabay

Berdasarkan dalil-dalil shahih, para ulama berpendapat bahwa semua hewan yang ada di muka bumi kelak akan dikumpulkan oleh Allah SWT di hari akhirat. Namun, hewan tersebut akan kembali menjadi abu atau tanah.

Dalam Kitab Tafsir Al-Thabari, Abu Hurairah menceritakan sebuah hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Hadits tersebut berbunyi:

إن الله يحشر الخلق كلهم، كل دابة وطائر وإنسان، يقول للبهائم والطيركونوا ترابًا

"Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua makhluk pada hari akhirat kelak. Yaitu setiap hewan, burung-burung, dan juga manusia. Lalu Allah berkata kepada hewan-hewan dan juga burung, "Jadilah kamu tanah."

Berdasarkan hadits tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa nasib kucing setelah mati sama seperti hewan lainnya, yakni tidak akan masuk surga. Mereka akan binasa dan berubah menjadi tanah atau abu.

Itu karena semua hewan termasuk kucing adalah makhluk yang tidak mukalaf. Sehingga, mereka tidak memiliki kewajiban apa pun dan tidak pula dilarang melakukan apa pun. Tak ada istilah pahala dan dosa bagi hewan.

Ilustrasi kucing. Foto: pixabay

Namun, dalam sebuah hadits yang bersumber dari Aisyah RA disebutkan, hewan kurban akan datang di hari kiamat kepada orang yang menjadikannya sebagai kurban, lengkap dengan tanduk, bulu, dan kukunya.

Dalam hadits lain disebutkan, setiap satu lembar bulu hewan kurban akan menjadi satu kebaikan bagi orang yang berkurban tersebut. Hal ini mengisyaratkan betapa berkurban sangat besar manfaat dan pahalanya bagi seorang Muslim, baik di dunia maupun di akhirat.

Kebaikan tersebut dapat mengurangi dan menghilangkan keburukan (sayyi'at). Hewan kurban ini tidak akan masuk surga, mereka hanya mengantarkan orang yang berkurban dan memudahkan jalannya menuju akhirat.

Memang ada riwayat yang mengatakan bahwa terdapat 10 hewan yang akan masuk surga termasuk di antaranya unta Nabi Shaleh AS dan kambing pengganti Nabi Ismail AS. Tetapi riwayat ini diragukan keshahihannya.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Kenapa kucing mendapatkan tempat yang istimewa dalam Islam?

chevron-down

Karena kucing termasuk hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW.

Siapa nama kucing Nabi Muhammad SAW?

chevron-down

Mueeza.

Apakah hewan kurban akan mendatangi kita di akhirat?

chevron-down

Hewan kurban akan datang di hari kiamat kepada orang yang menjadikannya sebagai kurban, lengkap dengan tanduk, bulu, dan kukunya.