Konten dari Pengguna

Bencana Alam di Indonesia Terbaru 2026, BNPB Catat 1.814 Kejadian

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Helikopter Black Hawk VH-UHG milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water boombing) di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2026).  Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Helikopter Black Hawk VH-UHG milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water boombing) di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Sepanjang tahun 2026, berbagai bencana alam terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Bencana tersebut meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, banjir, hingga gempa bumi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.800 kejadian bencana di Indonesia hingga 15 September 2026. Selain menimbulkan korban dan mengganggu aktivitas masyarakat, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada ratusan ribu rumah serta fasilitas publik di sejumlah daerah.

Untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait kejadian bencana di Indonesia, berikut rangkuman bencana alam yang tercatat BNPB hingga September 2026.

Bencana Alam Terbaru di Indonesia 2026

Asap membubung ke udara di lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bukit Pengol Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Hingga 15 September 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.814 kejadian bencana di Indonesia. Bencana terbaru yang dilaporkan BNPB di antaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Utara.

Dikutip dari laman BNPB, berikut rangkuman bencana alam terbaru di Indonesia hingga September 2026:

Karhutla di Ponorogo, Jawa Timur

Kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Gede, Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Kamis (10/9) sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Tidak ada korban jiwa maupun laporan mengenai warga yang terdampak akibat kejadian tersebut.

Karhutla di Bulungan, Kalimantan Utara

Kebakaran hutan dan lahan juga dilaporkan terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Jumat (11/9).

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 30 hektare dan masih dalam proses pendataan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.

Rangkuman Bencana di Indonesia Januari–September 2026

Prajurit TNI Angkatan Udara berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan gambut, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, mengatakan Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana sedang hingga tinggi yang tersebar di berbagai wilayah.

"Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, ini mempunyai rawan risiko bencana, baik itu sedang maupun tinggi," kata Rustian dalam konferensi pers, Selasa (8/9/2026), dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia.

Berdasarkan data BNPB, berikut jenis bencana yang tercatat hingga 15 September 2026:

  • Kebakaran hutan dan lahan: 696 kejadian

  • Banjir: 549 kejadian

  • Cuaca ekstrem: 324 kejadian

  • Tanah longsor: 105 kejadian

  • Kekeringan: 109 kejadian

  • Gelombang pasang dan abrasi: 14 kejadian

  • Gempa bumi: 13 kejadian

  • Erupsi gunung api: 4 kejadian

Anggaran BNPB untuk Penanganan Bencana 2026

Helikopter Black Hawk VH-UHG milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water boombing) di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Dalam penanganan bencana sepanjang 2026, BNPB menyiapkan sejumlah anggaran untuk mendukung berbagai kebutuhan kebencanaan. Anggaran tersebut mencakup dana rutin, dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga dana siap pakai (DSP).

Berikut rincian anggaran BNPB untuk penanganan bencana sepanjang 2026:

Anggaran BNPB untuk Penanganan Bencana 2026

BNPB memiliki anggaran sebesar Rp 1.055.134.253.000 atau sekitar Rp 1,05 triliun untuk penanganan bencana sepanjang 2026. Selain anggaran tersebut, BNPB mendapat dukungan untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehap-rekon) sebesar Rp 26.886.951.000.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan kembali rumah yang rusak secara mandiri. Dengan tambahan dana tersebut, total anggaran BNPB pada 2026 mencapai Rp 1.082.021.204.000 atau sekitar Rp 1,08 triliun.

Dana Siap Pakai BNPB

Selain anggaran rutin, BNPB juga memiliki dana siap pakai (DSP) yang digunakan untuk mendukung penanganan bencana. Pada 2026, BNPB telah menerima DSP sebesar Rp 4.626.112.811.000.

Rustian menjelaskan, dana tersebut menjadi bagian dari dukungan BNPB dalam menangani berbagai kebutuhan kebencanaan sepanjang 2026.

“Sedangkan untuk kegiatannya, 2026, kami juga seperti yang disampaikan, dana rutin Rp 1,05 triliun ditambah dana dukungan percepatan rehab-rekon, dan juga BNPB punya dana khusus dalam penanganan kebencanaan, dana siap pakai (DSP) namanya, sudah kami terima Rp 4.626.112.811.000,” katanya, dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia.

Baca Juga: Karhutla Kepung 14 Gunung di Jatim, 5 Masih Ditangani Tim Gabungan

(ANB)