Bentuk dan Aturan Penggunaan Baju Bodo, Baju Adat Suku Bugis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang bisa dilihat dari beragam identitas, salah satunya baju adat. Dikutip dari buku Riset Budaya: Mempertahankan Tradisi di Tengah Krisis Moralitas, baju adat merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang banyak dipuji oleh negara lain.
Bagaimana tidak, Indonesia memiliki puluhan baju adat yang mewakili 34 provinsi dan semuanya memiliki ciri khas masing-masing. Salah satu pakaian adat yang wajib dikenal yakni Baju Bodo.
Baju bodo berasal dari suku Bugis Makassar, Sulawesi Selatan. Dikutip dari buku Ensiklopedi Seni Dan Budaya 3 Pakaian Nusantara karangan R. Toto Sugiarto, baju bodo atau bodo gesung berlengan pendek dan menggelembung di bagian punggungnya.
Baju bodo dianggap sebagai baju adat yang pertama kali ditemukan masyarakat Sulawesi Selatan dan diperkirakan menjadi salah satu busana tertua di dunia. Perkiraan ini didukung dengan penggunaan kain muslin sebagai bahan dasar baju Bodo.
Bentuk Baju Bodo
Dikutip dari buku Ensiklopedi Seni Dan Budaya 3 Pakaian Nusantara karangan R. Toto Sugiarto, bentuk dan cara pemakaian baju bodo dijelaskan di kitab Patuntung, kitab suci ajaran Animisme dan Dinamisme nenek moyang suku Makassar.
Baju bodo adalah baju tanpa lengan dengan jahitan sedikit yang hanya digunakan untuk menyatukan sisi kanan dan kiri kain, sementara bagian bahu dibiarkan polos tanpa jahitan. Lubang leher baju bodo dibuat tanpa jahitan, dengan cara melubangi atau menggunting bagian atasnya sebagai tempat masuk leher.
Bawahan baju bodo adalah sarung dengan motif kotak-kotak yang dikenakan dengan cara digulung atau dipegangi menggunakan tangan kiri. Baju bodo biasanya dilengkapi dengan mengenakan berbagai pernak-pernik aksesoris. Seperti kepingan logam, gelang, bando emas, cincin, dan kalung.
Aturan Penggunaan Baju Bodo
Dalam kitab Patuntung disebutkan bahwa ada aturan penggunaan warna khusus baju bodo yang dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu:
Warna jingga dikenakan oleh perempuan kurang dari 10 tahun.
Warna jingga dan merah darah dikenakan oleh perempuan umur 10 hingga 14 tahun.
Warna merah darah dikenakan oleh perempuan berusia 17-25 tahun.
Warna putih dikenakan oleh para inang dan dukun.
Warna hijau dikenakan oleh puteri bangsawan.
Warna ungu dikenakan oleh para janda.
Zaman dahulu, aturan tersebut wajib ditaati. Namun saat ini perempuan bebas mengenakan baju bodo dengan warna apa saja. Sebab, kepercayaan animisme dan dinamisme telah luntur.
(DND)
