Konten dari Pengguna

Bentuk Pengamalan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Apa Saja?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bentuk Pengamalan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Foto: Shuterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bentuk Pengamalan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Foto: Shuterstock

Pancasila memiliki banyak peran penting bagi bangsa dan negara Indonesia. Mulai dari dasar negara, sumber hukum, ideologi dasar, hingga pedoman hidup. Keberadaan Pancasila sebagai dasar negara sudah dianggap final oleh seluruh warga negara Indonesia.

Mengutip buku Memahami Pancasila karangan Fais Yonas Bo’a dan Sri Handayani RW (2019), Pancasila mengandung lima sila yang menjadi satu kesatuan utuh atau mono pluralis. Kelima sila tersebut harus dipahami dan diamalkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu butir Pancasila yang dapat diamalkan, yakni “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” yang merupakan bunyi dari sila kedua. Lantas, bagaimana cara mengamalkannya? Simak pembahasan berikut!

Ilustrasi Bentuk Pengamalan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Foto: ideapers

Bentuk Pengamalan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Mengutip buku Top Sukses TKD Kampus Ikatan Dinas (2016), bentuk pengalaman sila kemanusiaan yang adil dan beradab ialah sebagai berikut:

  • Saling mencintai sesama manusia.

  • Mengembangkan sikap tenggang rasa.

  • Tidak semena-mena terhadap orang lain.

  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

  • Berani membela kebenaran dan keadilan.

  • Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban antara sesama manusia.

Tidak hanya sila kedua, keempat sila lainnya juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah bentuk pengamalannya:

1. Sila Pertama: Ketuhanan yang Maha Esa

  • Menghormati pemeluk agama lain.

  • Menghargai hari besar keagamaan lain.

  • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

  • Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain.

  • Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

2. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

  • Cinta Tanah Air dan Bangsa.

  • Bangga sebagai bangsa Indonesia.

  • Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

  • Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

3. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

  • Mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara.

  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

  • Musyawarah dilakukan dengan semangat kekeluargaan dan akal sehat.

4.Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Bersikap adil kepada orang lain.

  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

  • Menghormati hak-hak orang lain.

  • Menghargai hasil karya orang lain.

  • Bersedia menolong orang lain yang membutuhkan bantuan.

  • Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

Ilustrasi Bentuk Pengamalan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Foto: pixabay

Fungsi Kedudukan Pancasila

Berdasarkan informasi dari buku Bahan Ajar Pancasila (2012), Pancasila sebagai dasar negara memiliki fungsi dan kedudukan sendiri, antara lain adalah:

1. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Pancasila sebagai pandangan hidup berarti nilai-nilai Pancasila merupakan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, seluruh segmen aktivitas masyarakat atau penyelenggara negara harus sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila.

2. Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa

Makna Pancasila sebagai jati diri bangsa mengacu pada keberadaan Pancasila sebagai watak, corak, atau ciri khas yang membedakan Indonesia dengan bangsa lainnya.

3. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Pancasila sebagai ideologi bangsa bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ideologi terbuka dan tertutup. Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu Pancasila merupakan bentuk kristalisasi dari ide-ide, cita-cita, keyakinan-keyakinan, masyarakat Indonesia.

Sementara itu Pancasila sebagai ideologi tertutup, yakni gagasan serta pandangan mutlak yang tidak bisa diingkari serta wajib dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa yang Dimaksud dengan Pancasila?

chevron-down

Pancasila merupakan dasar negara, falsafah, dan pedoman hidup bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila.

Apa Saja Bunyi Pancasila?

chevron-down

Bunyi Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan lain sebagainya.

Apa Contoh Sila ke-1?

chevron-down

Beberapa contoh pengamalan sila pertama, yaitu menghormati pemeluk agama lain dan menghargai hari besar keagamaan lain.