Bentuk Pola Lantai Tari Seudati dari Aceh

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam seni tari, saat di atas panggung para penari harus bergerak atau berpindah posisi saat sesuai dengan pola yang telah ditentukan. Pola itulah yang disebut pola lantai. Setiap tarian tradisional di Indonesia memiliki bentuk pola lantai yang berbeda-beda, tak terkecuali Tari Seudati dari Aceh.
Dahulu, Tari Seudati ditampilkan pada acara-acara tertentu, terutama pada kegiatan yang menyangkut kepercayaan dan ibadah dalam agama Islam. Namun, dalam perkembangannya, Tari Seudati mulai ditinggalkan oleh para generasi muda.
Mengutip situs warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Tari Seudati dibawakan oleh delapan laki-laki sebagai penari utama yang terdiri dari satu syeh, satu pembantu syeh, dua orang pembantu di sebelah kiri, satu orang pembantu di belakang, dan tiga orang pembantu biasa. Selain itu, ada dua orang penyanyi yang berperan sebagai pengiring tari yang disebut aneuk syahi.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap tarian memiliki pola lantainya masing-masing. Lalu, bagaimana pola lantai Tari Seudati?
Pola Lantai Tari Seudati
Pada dasarnya, tari tradisional Indonesia memiliki pola lantai yang serupa, yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis lengkung dapat berbentuk lingkaran, sementara garis lurus berbentuk segi empat, segitiga, atau berjajar. Pola lantai juga dapat dilakukan dengan menggabungkan keduanya agar gerakan tampak lebih dinamis.
Mengutip buku Seudati di Aceh oleh Essi Hermaliza dkk (2014), Tari Seudati mempunyai ragam pola lantai yang bervariasi. Pola lantai tersebut dikenal dengan istilah konfigurasi barisan. Pola lantai pada Tari Seudati membentuk berbagai formasi dalam setiap babakannya.
Pada babakan pembuka, pola lantai Tari Seudati berbentuk garis lurus, baik terdiri dari satu baris dan dua baris. Pada babak ini, pola segi empat berbentuk silang juga digunakan.
Pada babakan seterusnya, pola lantai yang digunakan ialah garis lurus, pola segi empat silang, garis lurus dua baris, lingkaran, pola berbentuk huruf H, dan zig zag. Saat turun dari panggung, penari kembali ke pola lantai garis lurus satu baris untuk memberi hormat dan turun dari panggung satu per satu.
(ADS)
