Berapa Nominal Gocap dalam Rupiah? Ini Asal Usul dan Istilah Lainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
20 Mei 2022 9:07
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi uang gocap. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang gocap. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Gocap adalah salah satu istilah yang cukup sering diucapkan masyarakat Indonesia ketika sedang bertransaksi jual beli. Kata ini tidak terdapat dalam KBBI namun sudah menjadi bahasa gaul yang dipakai dalam keseharian.
ADVERTISEMENT
Meskipun banyak yang menggunakan istilah tersebut, sebagian orang ternyata masih ada yang belum mengetahui artinya. Tak heran kerap muncul pertanyaan gocap berapa nominalnya dalam rupiah?
Secara bahasa, gocap adalah penyebutan untuk nominal Rp 50.000. Istilah ini merupakan kata serapan dari bahasa dialek Hokkien yang digunakan untuk menyebutkan nominal uang.
Berdasarkan buku Merajut Harmoni, Membangun Bangsa: Memahami Konflik dalam Masyarakat Indonesia karangan Endang Turmudi, Hokkien adalah dialek Mandarin yang lebih sederhana dalam penggunaannya. Bahasa tersebut adalah bahasa Banlamwe (Munnanhua) yang sering digunakan penduduk di Provinsi Fujian.
Melansir dari beberapa sumber, sejarah istilah Gocap ini awalnya digunakan oleh pedagang China yang datang dan menetap di wilayah Indonesia untuk berdagang dan selalu menyebutkan istilah ini saat melakukan akad jual beli. Istilah angka dan jumlah tersebut hingga sampai saat ini masih populer dipakai di beberapa daerah, termasuk Jakarta.
ADVERTISEMENT
Tentu saja tidak semua istilah bilangan atau jumlah yang populer di masyarakat semua penyebutannya menggunakan bahasa dari dialek Hokkien, melainkan hanya ada beberapa saja. Antara lain ada Cepek (100), Gopek (500), Seceng (1000), Ceban (10.000), Cepek Ceng (100.000), Gopek Ceng (500.000), dan Cetiao (1 Jt).
Istilah-istilah tersebut merupakan bentuk kata dasar bilangan dari bahasa Hokkien. Untuk mengetahui seperti apa bentuk dasar dan cara penyebutan bilangan dalam bahasa Hokkien, simak ulasannya di bawah ini.
Ilustrasi uang. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang. Foto: Pixabay

Bilangan dalam Bahasa China Hokkien

Bagi yang sudah mengenal Hokkien dengan baik, tentu hal ini akan sangat mudah. Akan tetapi, bagi mereka yang baru mengenal bahasa Hokkien, belajar berhitung selalu merupakan permulaan yang baik.
Berikut ini adalah beberapa bilangan dalam bahasa Hokkien (Mandarin) yang telah dikutip melalui laman LingoNomad.
ADVERTISEMENT

Leng/Khong (0)

Terdapat dua cara untuk menyebutkan angka "0" ini, yakni dengan Leng dan Khong. Dalam penggunaannya, Leng ini digunakan untuk berhitung, sedangkan Khong hanya digunakan untuk membaca deret bilangan saja. Contohnya, leng hun (angka nol) dan go khong lak (506).

Ci’t/Ch/It (1)

Ci’t digunakan untuk menghitung dan biasanya dilafalkan sebagai bunyi “Ch” yang pendek jika diikuti dengan kata lain. Sedangkan kata It adalah cara lain untuk penyebutan yang merujuk pada angka 1 atau pertama. Contohnya, ch kai lang (satu orang) dan te it lau (lantai pertama).

Nng/No/Ji (2)

Ada beberapa variasi pengucapan angka dua dalam bahasa Hokkien. Nng sering kali digunakan dalam bahasa Hokkien Taiwan dan Singapura, sedangkan No umumnya digunakan di Hokkien Penang dan Medan.
ADVERTISEMENT
Nng dan No digunakan untuk menghitung, dan Ji digunakan untuk mengucapkan angka 2 atau kedua. Contohnya, nng liap nng (dua telur) dan te ji kai (yang kedua).

Sa (3)

Mulai dari nomor 3 dan seterusnya, tidak ada perbedaan antara nomor kardinal dan nomor ordinal dalam bahasa Hokkien. Seperti yang diketahui, nomor kardinal adalah angka menyatakan jumlah dari sesuatu (contoh: satu, dua, dan tiga).
Sedangkan nomor ordinal adalah angka yang digunakan untuk menunjukkan urutan atau posisi (contoh: pertama, kedua, dan ketiga). Contohnya, sa teng chia (iga mobil) dan te sa chan (pemberhentian ketiga).
Ilustrasi bilangan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bilangan. Foto: Pixabay
  • Si (4). Misalnya, si kai gin na, artinya empat anak.
  • Go (5). Misalnya, go liap pheng ko, artinya lima apel.
  • La’k (6). Misalnya, lak ki chiok, artinya enam penguasa.
  • Chit (7). Misalnya, chit pun chek, artinya tujuh buku.
  • Pueh/Peh (8). Misalnya, pueh ciak chio, artinya delapan gajah.
  • Kau (9). Misalnya, kau tiau sok, artinya sembilan tali.
  • Cap (10). Misalnya, cap keng tiam, artinya sepuluh toko.
ADVERTISEMENT
Sedangkan dalam pengucapan angka 10 adalah Cap dalam bahasa Hokkien. Jadi untuk mengatakan angka dari 11 hingga 19, cukup menambahkan angka dari 1 hingga 9 dibelakangnya. Misalnya, cap it (11), cap sa (13), atau cap go (15).
(IMR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·