Berulang Tahun ke-54, Ini Biografi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merayakan ulang tahunnya yang ke-54 hari ini, Senin (29/6). Pria kelahiran 1966 ini sudah tidak asing di telinga sebagian besar masyarakat. Di bidang politik, Ahok dikenal sebagai sosok yang tegas dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.
Karena sikapnya tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tak jarang terlibat selisih paham dengan berbagai pihak. Puncaknya, pada Mei 2017, Ahok divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena kasus penodaan agama. Ahok dinyatakan terbukti melakukan penodaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada 2016.
Terlepas dari berbagai kontroversi, sosok Ahok tidak dapat dilupakan begitu saja. Meski pernah dijebloskan ke penjara, tidak menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pria yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina ini. Siapa sebenarnya sosok Ahok? Berikut biografi lengkapnya.
Asal Belitung
Ahok lahir di Manggar, Belitung Timur. Ia merupakan anak pertama dari 5 bersaudara. Ahok memiliki empat adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama (dokter dan mantan bupati Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety (praktisi hukum), Harry Basuki (praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan), serta Frans, yang meninggal dunia pada usia remaja.
Ahok banyak menghabiskan masa kecilnya di Desa Gantung, Belitung Timur. Setelah tamat SMP, ia melanjutkan sekolahnya di Jakarta.
Mengawali Karier di Bidang Bisnis
Setelah meraih gelar insinyur di bidang Geologi dari Universitas Trisakti, Ahok kembali ke Belitung. Ia mengikuti jejak sang ayah, Kim Nam, untuk menjadi pebisnis.
Ahok mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah pada 1989. Pada 1992, ia mendirikan PT Nurindra Ekapersada.
Ahok kemudian mendirikan pabrik pengolahan pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Sayang, pabriknya ditutup oleh pemerintah pada 1995. Menurut Ahok, bisnisnya terganjal urusan politik dan birokrasi korup.
Terjun ke Politik
Penutupan bisnisnya sempat membuat Ahok frustasi. Ia sempat berkeinginan untuk hijrah ke luar negeri. Namun, keinginannya tersebut ditentang sang ayah.
Ayahnya mengatakan suatu hari nanti rakyat akan membutuhkannya untuk memperjuangkan nasib mereka. Ahok pun mengurungkan niatnya pindah ke luar negeri. Ia kemudian memutuskan untuk terjun ke dunia politik pada 2003 dengan bergabung di Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB).
Ayah 4 Anak
Ahok menikah dengan Veronica Tan pada 1997 dan dikaruniai 3 orang anak, yaitu Nathania Purnama, Nicholas Purnama, dan Daud Albeenner Purnama. Sayangnya, bahtera rumah tangga Ahok dan Veronica harus berakhir pada 2018.
Pada Januari 2019, Ahok menikahi Puput Nastiti Devi. Puput merupakan mantan polwan yang bertugas mengawal mantan istri Ahok. Keduanya telah dikaruniai seorang putra bernama Yosafat Abimanyu Purnama.
Pendidikan
Sarjana Teknik Geologi Universitas Trisakti (lulus tahun 1990)
Program Pasca Sarjana Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya (lulus tahun 1994)
Karier
Asisten Presiden Direktur bidang analisa biaya dan keuangan PT. Simaxindo Primadaya, Jakarta (1994-1995)
Direktur PT. Nurindra Ekapersada, Belitung Timur (1992-2005)
Anggota Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB)
Anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009
Bupati Belitung Timur periode 2005-2010
Anggota Komisi II DPR RI (2009-2014)
Wakil Gubernur DKI Jakarta (2012-2014)
Gubernur DKI Jakarta (2014-2017)
Komisaris Utama Pertamina (2019-sekarang)
Penghargaan
1 dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia, dari Tempo (2006)
Gold Pin Fordeka (Forum Demokrasi) (2006)
Tokoh Anti Korupsi dari Gerakan Tiga Pilar Kemitraan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Masyarakat Transparansi Indonesia (2007)
Bung Hatta Anti Corruption Award (2013)
(ERA)
