Biografi Fatimah Al Fihri, Wanita Muslimah Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fatimah Al Fihri dikenal sebagai seorang wanita Muslimah pendiri universitas pertama di dunia, yaitu Madrasah Al Qarawiyyin yang berlokasi di Fez, Maroko. Universitas tersebut masih berjalan hingga sekarang.
Menurut catatan Umar Rida Kahhalah dalam buku Damaskus, Fatimah merupakan anak dari Muhammad Al-Fihri yang lahir pada tahun 800 M di Qoirawan, Tunisia. Pada masa Sultan Idris II, Fatimah bermigrasi dengan keluarganya dari Qoirawan ke kota Fez di Maroko.
Selama hidupnya, Fatimah dikenal dengan julukan Ibunya Anak-anak. Menurut ahli sejarah Mohammed Yasser Hilali, julukan tersebut diberikan kepada Fatimah Al Fihri karena beliau mendidik, merawat, dan mengasuh para pelajarnya.
Selepas kematian ayah dan suaminya, Fatimah mewarisi banyak harta yang kemudian digunakan untuk membangun masjid pada awal Ramadhan 254 H atau 859 M. Masjid tersebut pun diberi nama Al Qarawiyyin.
Fatimah Al Fihri
Menurut buku Nubar - Bangkitkan Kreatifivitas (Jabar #48) terbitan Rumah Media Grup, selain sebagai tempat ibadah, Fatimah menjadikan masjid tersebut sebagai madrasah untuk belajar tentang ilmu agama. Tiga bidang ilmu agama yang pertama kali dipelajari di madrasah tersebut adalah ilmu tafsir Alquran, ilmu hadist, dan ilmu fiqih.
Seiring berjalannya waktu, madrasah tersebut tidak lagi hanya berfokus pada bidang ilmu agama, tapi juga bidang ilmu umum seperti: ilmu astronomi, bahasa, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Penuntut ilmu pun berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Dalam waktu yang singkat, Kota Fez mampu bersanding sejajar dengan kota-kota pusat ilmu pengetahuan pada masa itu, yaitu Cordova dan Baghdad.
Ziyan Al Ghifari menjelaskan dalam buku Dari Negeri Matahari Terbenam: Potret Islam dan Keilmuan di Maroko, Al Qarawiyyin menjadi universitas tertua serta yang pertama kali memberikan gelar kepada seluruh mahasiswanya. Hal ini tercatat di UNESCO dan The Book Guinnes World Record pada 1998.
Beberapa alumnus terkenal Madrasah Al Qawariyyin adalah sang ahli sejarah Abdurahman Ibnu Khaldun dan seorang dokter yang juga filsuf, Abu Walid Ibn Rushd. Selain itu, ada juga sosok dokter Andalusia Musa Ibn Maimonou dan Gerbert of Aurillac yang menjadi Pope Sylvester II.
Sosok Fatimah Al-Fihri pun menjadi sangat dihormati hingga kini, terutama di wilayah Fez. Sebuah penghargaan pun dibuat di Tunisia pada 2017 untuk mengenang jasanya. Penghargaan ini bertujuan untuk meningkatkan akses pelatihan dan tanggung jawab profesional wanita, serta memberi beasiswa bagi pelajar di Eropa dan Afrika Utara.
Harun Tsaqif menjelaskan dalam buku Perempuan Teduh, meski Fatimah Al Fihri sosok yang sangat terkenal, penyebab dan tahun kematiannya masih menjadi misteri hingga sekarang. Ahli sejarah hanya bisa memperkirakan Fatimah Al Fihri meninggal pada 878 M.
(NDA)
