Biografi Sayyidah Aisyah dan 9 Perkara yang Diberikan Allah Kepadanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sayyidah Aisyah atau yang lebih dikenal dengan Siti Aisyah adalah istri ketiga Nabi Muhammad SAW. Aisyah lahir dari pasangan Sayyidina Abu Bakar bin Abu Quhafah dan Ummu Ruman.
Arum Faiza menceritakan dalam bukunya 33 Kisah Wanita Superhebat di Masa Lalu bahwa Sayyidah Aisyah dikenal sebagai wanita yang cerdas, cantik jelita, penuh cinta, dan berasal dari keturunan terhormat.
Selain itu, Ia juga merupakan orang keempat yang banyak meriwayatkan hadist Rasulullah SAW. Ada lebih dari 2.000 hadist yang diriwayatkan olehnya, di antaranya memuat tentang adab, perilaku, hukum syar'i, dan dasar agama.
Masih mengutip sumber yang sama, Sayyidah Aisyah pernah menimba ilmu di Madrasah Nubuwwah, di mana para pengajarnya merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya. Tak heran apabila ada masalah di tengah-tengah perdebatan Islam, Aisyahlah yang menengahinya.
9 Perkara Sayyidah Aisyah
Abdul Wasik dan Ahmad Baijuri memberitahukan dalam buku Cermin Wanita, bahwa Sayyidah Aisyah merupakan sosok perempuan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW. Hal ini berdasarkan hadist berikut:
“Amr bertanya kepada Rasulullah: ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?" Beliau menjawab, ‘Aisyah.’ Amr bertanya lagi, ‘Kalau dari kalangan laki-laki?’ Rasulullah menjawab, ‘Ayahnya (Abu Bakar).’" (HR. Bukhari dan Muslim).
Diterangkan dalam kitab Al-Hujjah fi Bayaan al-Mahajjah karya Imam Abil-Qasim Ismail, bahwa istri Rasulullah tersebut memiliki sembilan perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam, yaitu:
Setelah kematian Siti Khadijah, Nabi SAW didatangi Malaikat Jibril, yang memberitahukan kepadanya mengenai Aisyah. Karena kejadian tersebut, Rasul langsung meminang Aisyah yang saat itu masih berumur tujuh tahun. Ketika perempuan mulia itu telah mencapai umur sembilan tahun, Rasul pun menikahinya.
Di antara semua istri Rasulullah SAW, dialah satu-satunya perempuan yang dinikahi dalam keadan perawan.
Rasulullah SAW wafat saat kepala beliau berada di pangkuan Sayyidah Aisyah.
Jenazah Nabi SAW dikebumikan di dalam kamarnya bersama Aisyah.
Malaikat-malaikat selalu melindungi rumah Aisyah.
Aisyah merupakan putri khalifah pertama sekaligus sahabat Rasulullah, yakni sepeninggalan Abu Bakar.
Allah SWT-lah yang langsung membersihkan namanya sehingga dirinya terbebas dari fitnah keji. Wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW membuat nama Aisyah bersih dari segala tudingan.
Aisyah diciptakan Allah SWT dalam rupa yang baik dan dari keturunan yang baik pula.
Allah SWT menjanjikan ampunan dan rezeki bagi Aisyah sejak dirinya menjadi istri Rasulullah SAW, baik di dunia maupun akhirat.
Mengutip buku Biografi Kehidupan Siti Aisyah Binti Abu Bakar Ibunda Kaum Muslimin Edisi Bahasa Inggris Standar Version karya Jannah Firdaus Mediapro, Sayyidah Aisyah wafat pada malam Selasa, 17 Ramadhan tahun 58 H di usia 63 tahun.
Abu Hurairah adalah sahabat yang ditugasi untuk memimpin shalat jenazah Sayyidah Aisyah. Sesuai dengan wasiatnya, Sayyidah Aisyah dimakamkan di Baqi.
(NDA)
